Danny Setiawan, Gubernur Jabar ke-12 Periode 2003-2008, Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, Danny Setiawan, meninggal dunia pada Sabtu (19/9) pagi buta di usia 81 tahun. Kepergian birokrat senior yang pernah menakhodai provinsi terpadat di Indonesia ini menutup lembaran panjang pengabdiannya di lingkungan pemerintahan daerah.
Kabar duka tersebut langsung dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Duka mendalam kami sampaikan atas wafatnya Bapak H. Danny Setiawan, Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, pada hari ini, Sabtu, 19 September 2026," tulis Dedi, Sabtu (19/9).
Doa turut menyertai ucapan belasungkawa itu. Dedi menambahkan harapan agar almarhum diterima iman islamnya, diampuni dosanya, dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran menghadapi kehilangan ini.
Dalam catatan pemerintah daerah, Danny Setiawan tercatat sebagai Gubernur ke-12 Jawa Barat. Berdasarkan data portal resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia memimpin secara penuh dari 13 Juni 2003 hingga 13 Juni 2008. Sepanjang menjalankan roda pemerintahan lima tahun tersebut, Danny didampingi Nu'man Abdul Hakim sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.
Jabatan gubernur bukan puncak tiba-tiba bagi pria kelahiran delapan dekade silam itu. Danny adalah murni produk birokrasi yang meniti karier dari bawah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelum duduk di kursi orang nomor satu, sejumlah jabatan strategis sudah diembannya. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat hingga mencapai posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat.
Pengalaman panjang itulah yang membuat Dedi Mulyadi mengenangnya sebagai figur yang memberi sumbangsih nyata. Dedi menyebut Danny Setiawan memiliki banyak karya untuk kemajuan Jawa Barat, baik saat menjadi Sekda maupun gubernur. "Saya meyakini Danny setiawan adalah ahli kebaikan banyak karya yang diperbuat demi kemajuan prov Jabar baik saat menjadi Sekda maupun saat menjadi gubernur," tutur Dedi menegaskan rekam jejak pendahulunya.
Analisis Redaksi
Kepergian Danny Setiawan menandai hilangnya salah satu saksi hidup transisi tata kelola pemerintahan Jawa Barat di awal era desentralisasi. Masa jabatannya antara 2003 hingga 2008 merupakan fase krusial ketika otonomi daerah baru benar-benar diuji implementasinya. Latar belakangnya sebagai birokrat tulenābukan politikus instanāmemberikan corak kepemimpinan yang sangat administratif dan terukur pada masa itu.
Rekam jejaknya merentang dari Dispenda hingga Sekda memperlihatkan pemahaman mendalam soal urat nadi keuangan dan birokrasi daerah. Pengalaman mengelola pendapatan daerah sebelum menjadi gubernur tentu membentuk cara pandangnya terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Jawa Barat. Ini menjelaskan mengapa penerusnya, Dedi Mulyadi, secara spesifik menonjolkan aspek "karya" dan "ahli kebaikan" dalam pernyataan resminya.
Bagi publik Jawa Barat, momen ini seharusnya menjadi titik refleksi. Pergantian generasi kepemimpinan daerah kerap kali memutus memori kolektif tentang kebijakan-kebijakan masa lalu yang justru masih relevan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu memastikan arsip dan dokumentasi kebijakan era Danny Setiawan tetap terpelihara dengan baik. Mengingat kontribusinya, pewarisan pengetahuan dari era kepemimpinannya menjadi modal penting bagi perencanaan pembangunan provinsi ke depan.