⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Brentford Hancurkan Chelsea 3-0, The Blues Anjlok ke Peringkat Ketujuh Klasemen

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Brentford Hancurkan Chelsea 3-0, The Blues Anjlok ke Peringkat Ketujuh Klasemen
BAGIKAN:

Brentford memukul mundur Chelsea dengan skor 3-0 pada pekan keempat Liga Inggris di Stadion Brentford Community, Sabtu (19/9) dini hari waktu Indonesia. Kemenangan kedua The Bees ini mendorong mereka melonjak menempati peringkat ketiga klasemen dengan sembilan poin, sementara Chelsea yang menelan kekalahan kedua berturut-turut terpaut di posisi ketujuh dengan tujuh poin.

Chelsea memang memulai pertandingan dengan tekanan tinggi. Pedro Neto dan Pep Chavarria menciptakan peluang-peluang berbahaya di menit-menit awal, memaksa tuan rumah bermain mundur. Namun Brentford perlahan menemukan irama, membalas melalui Kristoffer Ajer dan Yegor Yarmolyuk yang sempat menguji gawang tamu, meski babak pertama berakhir tanpagol.

Kunci pertandingan berubah pada menit ke-61. Jaidon Anthony memanfaatkan umpan Jannik Schuster dengan sangkil untuk membobol gawang Chelsea. The Blues mencoba membalas melalui Morgan Rogers, Danny Welbeck, hingga Jordan Henderson, namun ketajaman hilang. Pada menit ke-77, Valentin Barco diganjal di kotak penalti, namun wasit menolak memberikan penalti yang diminta pemain-pemain Chelsea.

Keputusan wasit itu jadi titik balik mental. Enam menit kemudian, Igor Thiago mengejar rebound dan mengirimkan bola ke gawang kosong untuk gol kedua. Ketika pertandingan memasuki menit keempat injury time, Kevin Schade mengirim umpan presisi yang dikonversi Fabio Carvalho menjadi gol ketiga, mengunci kemenangan bulat bagi Brentford.

Hasil ini memperparah keluh kesah Chelsea yang baru saja tumbang dari Arsenal pekan lalu. Dua kekalahan berturut-turut di awal musim menimbulkan tanda tanya serius soal konsistensi tim pelatih Enzo Maresca. Sebaliknya, Brentford menunjukkan karakter tim yang matang dan efisien di bawah Thomas Frank, membuktikan kemampuan mereka bersaing di zona atas klasemen.

Analisis Redaksi

Kemenangan Brentford bukan sekadar tiga poin, tapi pernyataan kesiapan mereka menantang orde lama Liga Inggris. Efektivitas finishing — tiga gol dari peluang terbatas — menjadi pembeda nyata dengan Chelsea yang mendominasi bola tapi kekurangan ketajaman di kotak penalti. Penolakan penalti pada menit ke-77, meski kontroversial, justru memicu kelamnya mental The Blues yang sudah frustrasi sejak babak pertama.

Bagi Chelsea, jadwal padat mendatang jadi ujian karakter. Kekalahan ini membuka celah bagi kritik soal kedalaman squad dan variasi taktik saat Plan A tidak berfungsi. Jika tidak segera memperbaiki efisiensi serangan dan ketahanan mental di menit-menit kritis, ambisi top four bisa melayang jauh sebelum musim berjalan jauh. Sementara Brentford, dengan momentum sembilan poin dari empat laga, punya modal kuat untuk mengukir sejarah klub di era Premier League.

Meow! Tanya Nesi!
😸