Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG Petakan 17 Daerah Berpotensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

BMKG Petakan 17 Daerah Berpotensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer
BAGIKAN:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memetakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 19 September 2026, meski kondisi kering masih mendominasi sebagian besar daerah.

Sejumlah fenomena atmosfer terpantau aktif memengaruhi pertumbuhan awan hujan. Pada periode 14 hingga 16 September 2026, hujan lebat tercatat mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Aceh yang mencatatkan curah hujan mencapai 138,0 milimeter per hari.

Dinamika cuaca ini diprediksi berlanjut sepekan kedepan. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di pesisir barat Aceh serta pesisir barat Sumatera Utara pada Dasarian I dan II Oktober 2026.

Wilayah lain yang masuk dalam radar potensi hujan pada periode 18 hingga 24 September 2026 meliputi Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Papua Pegunungan, serta Papua.

Pertumbuhan awan hujan tersebut didorong oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Selain itu, Gelombang Kelvin turut aktif di Kalimantan bagian timur, pesisir utara Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat dan utara.

Faktor pendukung lainnya adalah pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan yang memicu daerah perlambatan serta pertemuan angin memanjang di berbagai wilayah. Labilitas lokal yang kuat kemudian mengoptimalkan proses pengangkatan massa udara di daerah terdampak.

Analisis Redaksi

Fenomena cuaca yang disampaikan BMKG menunjukkan bahwa transisi musim di Indonesia tidak berjalan seragam, di mana wilayah kering dan basah eksis secara bersamaan. Aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial dan Kelvin menjadi motor utama pembentukan awan di tengah dominasi cuaca kering nasional.

Masyarakat di 17 daerah yang masuk dalam radar potensi hujan perlu mewaspadai dampak lanjutan seperti genangan atau banjir lokal, terutama di wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi. Pemerintah daerah di kawasan pesisir barat Sumatra dan Kalimantan perlu meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur drainase.

Langkah antisipatif berikutnya yang secara logis harus diambil adalah pemutakhiran peringatan dini cuaca secara berkala oleh otoritas setempat guna memitigasi risiko bencana hidrometeorologi sekecil mungkin.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸