Aries Budiman, Drummer dan Aktor Film Garasi, Meninggal di Usia 42 Tahun
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Industri musik dan film Tanah Air kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Aries Budiman, drummer band Garasi yang juga dikenal lewat perannya dalam film bertajuk sama, menghembuskan napas terakhir pada usia 42 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi melalui unggahan media sosial keluarga dan kerabat dekat almarhum pada Jumat (18/9) malam.
Konfirmasi kepergian Aries pertama kali muncul lewat Story Instagram pribadinya yang menampilkan poster ucapan belasungkawa. Teks dalam poster tersebut secara tegas menyatakan, "Turut berduka cita atas meninggalnya Aries Garasi. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT." Unggahan ini menjadi titik awal penyebaran informasi duka kepada publik luas.
Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan cepat sehari setelah kabar tersebut beredar. Aries dimakamkan pada Sabtu (19/9) pukul 07.00 WIB. Lokasi peristirahatan terakhirnya berada di Pemakaman TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat. Kehadiran jenazah di lokasi tersebut menandai berakhirnya perjalanan fisik musisi yang telah menghibur banyak orang selama lebih dari dua dekade.
Duka mendalam terasa di kalangan sahabat dan rekan seprofesi. Fedi Nuril, yang pernah bermain bersamanya, mengungkapkan kesedihan yang sulit terucap melalui Story Instagram. "Innalillaahi wa inailaihi raajiun @aries_garasi. *belum tahu mau nulis apa," tulis aktor tersebut. Kesederhanaan kata-kata Fedi mencerminkan keterkejutan dan kehilangan yang dirasakan banyak pihak terhadap sosok Aries yang hangat dan bersahaja.
Miles Films dan Mira Lesmana, produser film Garasi (2006), juga tidak ketinggalan menyampaikan penghormatan terakhir. Miles Films mengunggah foto Aries dengan keterangan, "Turut berduka cita atas berpulangnya Aries Budiman, pemeran Awan dalam film Garasi, dan drummer band Garasi. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan musik dan film Garasi, meninggalkan cerita yang akan selalu dikenang. Selamat jalan, Aries." Sementara itu, Mira Lesmana menulis, "Selamat jalan, Aries. Terima kasih untuk GARASI. Ketukan dan tawamu akan selalu tinggal di hati." Nama Aries memang melekat erat dengan proyek kolaboratif tersebut, di mana ia bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna membentuk band usai syuting film arahan Agung Sentausa.
Analisis Redaksi
Kepergian Aries Budiman bukan sekadar kehilangan seorang musisi atau aktor pendukung, melainkan hilangnya simpul penting dalam ekosistem kolaborasi seni independen Indonesia awal 2000-an. Film Garasi saat itu menjadi fenomena karena berhasil memadukan narasi sinematik dengan energi musik alternatif secara organik. Aries, sebagai drummer sekaligus aktor, mewakili generasi seniman yang nyaman bekerja di lintas disiplin tanpa sekat kaku antara industri musik dan perfilman.
Reaksi cepat dari tokoh-tokoh seperti Fedi Nuril dan Mira Lesmana menunjukkan betapa kuatnya ikatan personal yang terbentuk selama proses kreatif tersebut. Dalam industri hiburan yang sering kali transaksional, jejak emosional yang ditinggalkan Aries membuktikan bahwa integritas karya dan keramahan pribadi adalah modal sosial yang bertahan lama. Duka ini mengingatkan kita bahwa di balik ketukan drum dan layar lebar, ada manusia biasa yang kehadirannya memberi warna spesifik bagi memori kolektif penikmat seni tanah air.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+

The Remarried Empress Tayang Percepat 3 November, 4 Episode Pertama Dilepas Serentak di Disney+

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru
