Polsek KPL Banjarmasin Gelar Doa Bersama, Kukuhkan Solidaritas Keluarga Korban KM Virgo Transport 8
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL) Polresta Banjarmasin menggelar doa bersama untuk menguatkan hati keluarga korban KM Virgo Transport 8, Rabu (18/9/2026), sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis pasca tragedi tenggelamnya armada tersebut.
Suasana hening menguasai ruang serbaguna Polsek KPL saat ratusan orangāterdiri dari personel kepolisian, aparat terkait, dan keluarga korbanābersatu dalam barisan sholat dan doa. Tak ada pidato panjang lebar, hanya suara imam yang bergema memohon ketabahan dan kejelasan jalan bagi proses hukum serta pencarian korban yang masih hilang.
Kegiatan ini digulirkan bukan sekadar rutina protokol, melainkan respons konkret atas tekanan emosional yang menghantui keluarga sejak kapal ro-ro milik PT Virgo Putra Perkasa itu tenggelam di perairan Selat Makassar beberapa waktu lalu. Personel Polsek KPL, yang juga tugasnya mengawasi keamanan lalu lintas laut, turun tangan menyiapkan konsumsi hingga transportasi untuk memastikan keluarga tiba dan pulang dengan selamat.
Kapolsek KPL yang memimpin acara menegaskan bahwa kehadiran aparat tidak berhenti pada penanganan TKP atau penyidikan, hadir untuk menjaga ketahanan mental warga yang kehilangan tulang punggung. "Kami di sini sebagai saudara, bukan hanya petugas," ucapnya singkat kepada keluarga yang hadir, menahan air mata di depan altar doa.
Bagi ibu-ibu dan anak-anak yang menunggu kabar pasti, momen ini menjadi jeda singkat dari derita menunggu. Beberapa keluarga mengaku merasa terlihat, paling tidak ada institusi negara yang peduli memegang tangan mereka di tengah kegelapan ketidakpastian proses identifikasi dan klaim asuransi yang berlarut-larut.
Analisis Redaksi
Penampakan Polsek KPL yang bergerak proaktif mengurus sisi kemanusiaanābukan sekadar sisi administrasi kasusāmenandakan pergeseran paradigma kepolisian maritim di Kalimantan Selatan. Dulu, interaksi polisi dengan keluarga korban kapal tenggelam sering kaku, terbatas pada panggilan bersidang atau pengambilan barang bukti. Kini, pendekatan "soft power" lewat doa bersama jadi instrumen vital mempertahankan kepercayaan publik saat proses hukum berjalan lambat dan teknis pencarian di dasar laut penuh tantangan.
Yang perlu diwaspadai: jangan biarkan momen solidaritas ini mati begitu saja setelah kamera berputar. Keluarga korban butuh jejaring bantuan hukum gratis, akses psikolog berkelanjutan, dan transparansi jadwal penarikan unit KM Virgo Transport 8. Langkah logis selanjutnya yang wajar dituntut publik adalah pembentukan tim terpaduāmelibatkan Kemenhub, Basarnas, dan asuransiādi bawah koordinasi Polresta untuk memutus rantai birokrasi yang selama ini membuat keluarga keliling kantor tanpa hasil pasti.