Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kolonel Fuad Ceritakan Tugas Kawal Kapal Induk Giuseppe di Laut Merah

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kolonel Fuad Ceritakan Tugas Kawal Kapal Induk Giuseppe di Laut Merah
BAGIKAN:

Calon Komandan KRI Sriwijaya-399, Kolonel Laut (P) Fuad Hasan, membuka suara soal pengalaman menuntun armada melewati Laut Merah guna mengawaki kapal induk Giuseppe. Kisah itu terungkap saat ia berbagi pengalaman operasional terkini yang menandai jejak TNI AL di jalur laut strategis tersebut.

Fuad, yang saat ini menjabat sebagai Calon Komandan (Cakom) KRI Sriwijaya, menjelaskan detail misi pengawalan kapal induk bernama Giuseppe. Perjalanan lintas Laut Merah itu menempatkan KRI Sriwijaya-399 di garis depan pengamanan aset strategis di tengah dinamisnya situasi keamanan maritim regional.

Sebagai perwira bertingkat tinggi dengan jabatan Cakom, Fuad memegang peran vital dalam perencanaan dan eksekusi taktis misi kawal. KRI Sriwijaya sendiri merupakan fregat tipe Sigma kelas 9113 yang menjadi andalan Armada Barat, dirancang untuk operasi anti-pesawat, anti-kapal, dan anti-kapal selam serta mampu bertindak sebagai platform komandemen.

Penempatan unit tempur kelas utama di jalur itu menguatkan postur pertahanan maritim Indonesia di wilayah yang jauh dari air teritorial. Laut Merah saat ini menjadi sorotan dunia mengikuti eskalasi ancaman terhadap arus perdagangan global, menjadikan kehadiran KRI Sriwijaya sebagai bentuk nyata komitmen NKRI melindungi kepentingan nasional di lautan lepas.

Pengalaman Fuad dan awakannya di sana menjadi batu loncatan kesiapan personel dan sistem senjata menghadapi ancaman asimetris. Misi ini juga menguji daya tahu logistik dan interoperabilitas TNI AL dalam operasi jangka panjang di kawasan yang tidak pernah dijajaki rutin sebelumnya.

Analisis Redaksi

Kehadiran KRI Sriwijaya di Laut Merah menandai geseran doktrin TNI AL dari pertahanan statis ke proyeksi kekuatan maritim yang responsif. Pengalaman Cakom Fuad mengawaki kapal induk Giuseppe โ€” kemungkinan besar merujuk pada unit tempur Italia ITS Giuseppe Garibaldi atau ITS Cavour dalam kerangka kerja sama multinasional โ€” menunjukkan Indonesia mulai dipercahkan peran strategis di zona konflik aktif. Ini bukan sekadar latihan, tapi uji nyata kemampuan tempur dan diplomasi pertahanan.

Yang perlu diwaspadai adalah kesinambungan personifikasi seperti Fuad. Regenerasi komando di unit depan seperti KRI Sriwijaya harus dijaga agar pengalaman operasional di zona tinggi ini tidak hilang begitu saja akibat rotasi jabatan rutin. Langkah logis selanjutnya adalah mengubah narasi pengalaman ini menjadi doctrina taktis baru dan kurikulum pendidikan di Seskoal maupun Puspaskal, agar seluruh armada memanfaatkan pelajaran berharga dari perjalanan lintas Bab el-Mandeb itu.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ