KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Karawang Antisipasi Rekayasa Lalulintas

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Karawang Antisipasi Rekayasa Lalulintas
BAGIKAN:

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau penumpang tiba di Stasiun Karawang minimal 90 menit sebelum keberangkatan guna menghindari kemacetan parah akibat rekayasa lalulintas di kawasan sekitar stasiun. Himbauan itu disampaikan melalui petugas di lokasi dan saluran resmi KAI pada Kamis, 18 September 2026, seiring diberlakukannya pengaturan arus kendaraan baru oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang.

Rekayasa lalulintas tersebut mengubah alur akses utama menuju stasiun, memaksa kendaraan roda empat dan roda dua memutar jauh melalui Jalan Raya Lemahabang dan Jalan Ki Samaun. Petugas KAI di tempat mengakui antrean kendaraan sudah mencapai ratusan meter sejak pagi hari, memperparah kemacetan yang biasa terjadi di jam sibuk. "Kami sudah mengkoordinasikan dengan Dishub setempat, tapi pola macet ini memang butuh adaptasi dari pengguna jalan," ujar salah satu petugas keamanan stasiun yang menolak disebut namanya.

Stasiun Karawang merupakan salah satu titik transit paling padat di jalur utara Jawa, melayani rata-rata 15 ribu penumpang per hari kerja berdasarkan data internal KAI Daop 1 Jakarta tahun 2025. Kebanyakan penumpang adalah pekerja pendular ke Jakarta dan Bandung yang bergantung pada jadwal KA Commuter Line dan KA jarak jauh seperti KA Cirebon Express dan KA Jatiluhur. Keterlambatan 15 menit saja berarti ketinggalan jadwal kerja atau koneksi kereta lanjutan.

Sejak rekayasa diberlakukan Senin lalu, media sosial dibanjiri keluhan penumpang yang ketinggalan kereta karena terjebak macet di Jalan Raya Lemahabang. Beberapa warga setempat pun ikut protes karena alur parkir liar muncul di gang-gang sempit di sekitar perumahan Lemahabang Baru. Kepala Dinas Perhubungan Karawang, Asep Saepudin, saat dikonfirmasi Rabu sore menjanjikan akan menambah petugas lalu lintas dan mengevaluasi waktu lampu merah di simpang empat Ki Samaun.

KAI Daop 1 Jakarta juga menambah pos informasi darurat di halte bus trans kota dan terminal ojek online untuk mengarahkan penumpang ke pintu masuk alternatif di sisi timur stasiun. Petugas keamanan diperintahkan memprioritaskan akses bagi lansia, penyandang disabilitas, dan orang dengan anak kecil. Sementara itu, aplikasi Access by KAI mulai menampilkan notifikasi push khusus rute Karawang berisi estimasi waktu tempuh dari titik-titik kemacetan.

Analisis Redaksi

Rekayasa lalulintas di Karawang membuka tabir ketidaksesuaian perencanaan transportasi multimodal di pinggiran metropolitan. Stasiun yang seharusnya menjadi node integrasi justru jadi titik kemacetan karena akses jalan tidak sebanding dengan volume penumpang yang melonjak 40 persen sejak 2020. Pemerintah daerah dan KAI terlihat bereaksi setelah keluhan muncul, bukan merancang solusi pra-emptif.

Langkah selanjutnya yang logis adalah pembentukan tim kerja gabungan Dishub, KAI, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk merancang akses khusus kereta (dedicated access) dan parkir park-and-ride terstruktur. Tanpa itu, himbauan "datang lebih awal" hanya beban tambahan bagi penumpang miskin waktu, sementara akar masalah — desain jalan yang tidak ramah transportasi massa — tetap tak tersentuh.

Meow! Tanya Nesi!
😸