Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Perairan Barat Tual Maluku, BMKG Pantau Aktivitas Tektonik di Laut Banda

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Perairan Barat Tual Maluku, BMKG Pantau Aktivitas Tektonik di Laut Banda
BAGIKAN:

Peristiwa tektonik kembali melanda wilayah timur Indonesia pada Kamis malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,6 yang berpusat di perairan Maluku pada tanggal 17 September 2026, tepat pukul 23:23:46 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada pada posisi 223 kilometer sebelah barat Tual, sebuah lokasi yang secara geografis berada di jalur seismik aktif Laut Banda.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan resmi mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa di wilayah Kepulauan Kei dan sekitarnya. Mengingat jarak episenter yang cukup jauh dari daratan, getaran diperkirakan hanya dirasakan dalam skala intensitas kecil di wilayah pesisir terdekat. BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik susulan dan meminta masyarakat untuk tetap mengikuti kanal informasi resmi guna menghindari disinformasi yang sering muncul pasca-gempa.

Analisis Pakar Geofisika

Secara geofisika, wilayah di sebelah barat Tual merupakan bagian dari sistem Busur Banda (Banda Arc) yang sangat kompleks, di mana terjadi interaksi antara Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Gempa dengan magnitudo 4,6 ini kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas sesar lokal atau mekanisme penunjaman (subduksi) pada zona transisi lempeng yang memiliki akumulasi energi tektonik tinggi.

Wilayah Laut Banda secara historis dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kegempaan paling aktif di Indonesia karena karakteristik tektoniknya yang unik, yakni struktur 'bent-arc' atau busur yang melengkung tajam. Berdasarkan analisis parameter magnitudo dan kedalaman, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal hingga menengah yang tidak memiliki energi cukup besar untuk memicu deformasi dasar laut secara vertikal. Oleh karena itu, gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa rentetan gempa kecil di wilayah ini merupakan indikasi bahwa proses pelepasan tegangan (stress release) pada patahan bawah laut sedang berlangsung, yang secara ilmiah membantu mengurangi risiko terjadinya gempa dengan kekuatan yang jauh lebih destruktif di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ