Wamenkeu Juda: Repricing Global Bond RI Masih Wajar, Panda Bond Tetap Terbit

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Wamenkeu Juda: Repricing Global Bond RI Masih Wajar, Panda Bond Tetap Terbit
BAGIKAN:

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75–4,00 persen akan memicu repricing pada obligasi pemerintah berdenominasi mata uang asing, namun menegaskan pergerakan itu masih berada dalam batas wajar.

"Ya ini saya kira itu tentu saja ada repricing-nya, tapi saya kira kita masih dalam level yang wajar lah," ucap Juda saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9). Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu berbicara singkat namun tegas saat mengawali pekan yang penuh dengan pertemuan koordinasi fiskal.

Keputusan The Fed kali ini menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Dalam rilis resmi, bank sentral AS menegaskan langkah itu bagian dari upaya menekan inflasi yang masih tinggi, didorong lonjakan harga minyak dan sejumlah faktor lain. Keputusan diambil suara bulat 12–0 oleh seluruh anggota FOMC, menurut laporan AFP.

"Inflasi masih berada di level tinggi. Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen secara lebih cepat," tulis The Fed dalam pernyataannya. Pejabat-pejabat The Fed juga mengisyaratkan peluang satu kali kenaikan tambahan hingga akhir tahun, menambah tekanan pada pasar obligasi global.

Di tengah gelombang ketidakpastian itu, Juda memastikan program penerbitan Surat Utang Negara (SUN) denominasi Yuan China β€” yang dikenal sebagai Panda Bond β€” akan terus berlanjut. "Panda bond tetap," jawabnya singkat ketika ditanya soal rencana penerbitan ke depan. Tekanan itu menegaskan komitmen pemerintah mendiversifikasi basis investor dan mengurangi ketergantungan pada pasar dolar AS.

Analisis Redaksi

Sikap tenang Juda mencerminkan kepercayaan internal bahwa fundamental fiskal Indonesia β€” defisit anggaran terkendali, cadangan devisa memadai, dan rasio utang ke PDB yang masih sehat β€” cukup kuat menyerap guncangan eksternal. Repricing memang tak terhindarkan saat Fed menaikkan suku bunga, tetapi sejauh ini yield global bond RI bergerak selaras dengan regional peers, tanpa tanda-tanda panic selling.

Lanjutan Panda Bond adalah sinyal strategis. Dengan memperluas basis investor ke pasar Yuan, Indonesia mengurangi risiko konsentrasi mata uang dan memanfaatkan momentum internalisasi RMB. Langkah itu juga selaras dengan upaya Bank Indonesia mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan lintas batas. Yang perlu diwaspadai: jika Fed benar-benar menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, tekanan pada rupiah dan yield SUN akan teruji kembali β€” dan saat itulah kredibilitas komitmen fiskal akan diuji pasar.

Meow! Tanya Nesi!
😸