Wakapolri Buka Kapolri Cup II: 382 Atlet dari 20 Negara Bersaing di Indoor Skydiving
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 di Jakarta, Kamis (17/9), menandai kembalinya kejuaraan bergengsi itu setelah edisi pertama dua tahun lalu.
Sepanjang empat hari hingga 20 September, 382 peserta akan memperebutkan medali dalam empat nomor: Formation Skydiving (FS), Vertical Formation Skydiving (VFS), Dynamic, dan Freestyle. Bukan hanya kuantitas, kualitas pun terjamin โ 20 juri internasional dari 12 negara mengawasi setiap gerakan di dalam terowong angin.
Keterlibatan mancanegara mencatat angka signifikan: 89 atlet dan official dari sembilan negara โ China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand โ turut mendaftar. Jika dijabarkan berdasarkan asal atlet, official, dan juri, total 20 bendera berkibar dalam penyelenggaraan kali ini.
Dalam sambutannya, Dedi menyoroti jejak emas atlet Brimob Polri yang memperkuat tim nasional. Di FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, mereka meraih perak dan perunggu di Kejuaraan Asia, lalu menempati peringkat lima dunia di FAI World Cup. "Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia," tegasnya. Momentum itu berlanjut di Kapolri Cup I 2024, di mana Tim Korps Brimob dan Tim Polwan Pasukan Gegana berhasil mencatat prestasi di kelas internasional.
Tapi Dedi tidak ingin kejuaraan ini berhenti jadi sekadar ajang lomba. Ia menargetkan Kapolri Cup II menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecah rekor baru, dan penguat daya saing olahraga dirgantara Indonesia di kancah global. Kepada atlet ia pesan sportivitas; kepada panitia dan personel pengamanan, ia tuntut profesionalisme, keamanan, ketertiban, dan kelancaran. "Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan," ucapnya.
Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry mengakui dukungan Polri sebagai katalis vital. Menurutnya, perkembangan indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar pembinaan atlet berjalan konsisten. "Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga yang telah kami sampaikan," kata Irvan, yang berharap turnamen ini berkembang jadi kompetisi rutin dan berkesinambungan di kawasan Asia.
Analisis Redaksi
Penyelenggaraan Kapolri Cup II mengungkap strategi ganda Polri: memperkuat citra institusi melalui olahraga prestasi sekaligus memposisikan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan bergengsi di kawasan Asia. Keterlibatan 20 negara โ melebihi edisi sebelumnya โ menandakan kepercayaan internasional terhadap standar penyelenggaraan dan keamanan yang dijamin Polri, modal diplomasi lunak yang tak bisa dibeli dengan uang.
Namun, uji nyata bukan di pembukaan, tapi di konsistensi pasca-2026. Sejauh ini, pembinaan atlet indoor skydiving masih sangat bergantung pada sumber daya Brimob dan unit khusus Polri lainnya. Jika Kapolri Cup benar-benar ingin jadi "akselerator" seperti harapan Dedi, maka alur regenerasi dari tingkat klub sipil hingga timnas harus dibuka lebih lebar โ bukan sekadar jadi komplementer kekuatan Polri. Irvan Zuladry sadar akan ini, tapi realisasi butuh kebijakan lintas kementerian, bukan semata semangat komite.
Langkah logis selanjutnya: memastikan Kalender Kejuaraan Nasional (Kalenju) memasukkan indoor skydiving sebagai nomor rutin dengan insentif pembinaan jangka panjang, serta mendorong pembangunan fasilitas terowong angin di luar Jakarta agar basis atlet tidak terpusat. Tanpa itu, Kapolri Cup berisiko jadi pesta tahunan yang memukau โ tapi tidak menumbangkan fondasi.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
