Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Trump Siapkan 40 Ribu Bom untuk Israel, Senator Demokrat Janji Blokir Penjualan

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Trump Siapkan 40 Ribu Bom untuk Israel, Senator Demokrat Janji Blokir Penjualan
BAGIKAN:

Administrasi Donald Trump menyiapkan penjualan senjata senilai US$2,8 miliar — sekitar Rp49 triliun — kepada Israel, paket yang berisi 40.000 buah bom seberat 2.000 pon masing-masing dan dijuluki proposta terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Seorang pejabat AS yang mengetahui rencana itu memberitahu Reuters bahwa komposisi amunisi mencakup 20.000 unit MK-84 dan 20.000 unit BLU-117, dengan mayoritas pembayaran ditanggung warga negara AS melalui skema Pembiayaan Militer Asing.

Komite-komite kongres terkait telah diinformasikan secara informal soal rencana ini, langkah prosedural yang biasanya mendahului notifikasi resmi ke Kapitol Hill. Para politikus Washington segera mengeluarkan kritik tajam, mengingat skala pemakaian bom tersebut di tengah perang Gaza yang telah menewaskan lebih dari 73.000 jiwa menurut data terbaru, sementara penyelidikan PBB menyimpulkan Israel melakukan genosida di enklave itu.

Komentator politik Tucker Carlson menaruh perbandingan historis yang menggelora: 40.000 ton bom yang hendak dikirim Trump setara 7,5 persen dari total bom yang dijatuhkan Angkatan Udara Kedelapan AS ke Berlin Maret 1945 — sekitar 3.000 ton — dan empat kali lipat dari 1.600 ton bom Operasi Meetinghouse di Tokyo, serangan udara paling mematikan dalam sejarah yang menewaskan lebih dari 100.000 warga sipil Jepang dalam semalam. "Israel tidak sedang berperang dunia," tulis Carlson di X, "penjualan bom sejumlah itu hanya akan memperparah penderitaan rakyat Palestina."

Di sisi legislatif, Senator Demokrat Chris Van Hollen bersikap tegas menentang transaksi ini. "Ini bukan mengutamakan kepentingan rakyat Amerika," ujarnya, menambah bahwa ia dan rekan-rekannya "akan berupaya untuk menghentikannya." Penolakan ini menandakan potensi pertarungan politik sengit di Senat, di mana resolusi penolakan penjualan senjata (joint resolution of disapproval) memerlukan mayoritas sederhana di kedua kamar — meskipun presiden tetap berhak veto.

Paket bom ini datang saat isolasi diplomatik Israel semakin terasa di forum-forum Eropa, dengan sejumlah negara mulai meninjau kembali kerja sama militernya. Kombinasi antara tekanan domestik AS, tekanan hukum internasional, dan pergeseran opini publik global menciptakan dinamika yang belum tentu menguntungkan kelanjutan aliran senjata tanpa syarat.

Analisis Redaksi

Skala 40.000 bom berat 2.000 pon bukan sekadar angka logistik; ia merepresentasikan kapasitas ledakan yang melebihi total bom sekutu di Berlin 1945 dan empat kali ledakan Tokyo 1945. Fakta bahwa dana mayoritas berasal dari pajak AS melalui Foreign Military Financing menempatkan warga negara Amerika sebagai pendanai langsung dari arsenal yang digunakan di Gaza, di mana korban sipil sudah melampaui 73.000 jiwa dan penemuan genosida PBB telah tercatat resmi. Ini menciptakan beban moral dan hukum yang sulit dielakkan bagi legislatif AS.

Janji Van Hollen untuk menggerakkan resolusi penolakan membuka peluang konfrontasi konstitusional: apakah Kongres sanggup menantang eksekutif di tengah perang, atau akan kalah oleh veto presiden dan lobi pro-Israel yang kuat? Sementara itu, gelombang penolakan Eropa terhadap kerjasama militer dengan Tel Aviv menambah tekanan geopolitik. Jika penjualan ini tetap dilaksanakan, AS berisiko kehilangan kredibilitas sebagai broker perdamaian dan menormalkan skala destruksi yang selama ini hanya terlihat dalam perang total antarnegara besar — bukan operasi militer asymetrik di area padat penduduk.

Meow! Tanya Nesi!
😸