Tolic: Persib Menang Tapi ‘Kadang Ingin Menang Justru Kalah’

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Tolic: Persib Menang Tapi ‘Kadang Ingin Menang Justru Kalah’
BAGIKAN:

Persib Bandung meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul di AFC Champions League Two 2026/2027 dengan catatan pelatih asal Kroasia, Igor Tolic, yang mengekspresikan ketidakpuasan terselubung setelah laga pertama grup tersebut.

Kemenangan yang didapat dengan tempo pertandingan agak lambat dan kelelahan fisik setelah perjalanan panjang dari Korea Selatan justru membuat Tolic menyindir sendiri: “Kadang, saat ingin menang, pada akhirnya kita justru gagal mencetak gol.”

Menurutnya, kompaknya pertahanan dari kiper hingga lini depan menjadi kunci kemenangan, meski FC Seoul tidak tampil dengan kekuatan penuh. “Kami beruntung karena Seoul tidak mengandalkan pemain utama mereka,” ujar Tolic dalam jumpa pers setelah pertandingan di Stadion Soeul World Cup, Rabu (16/9).

Namun, kelelahan menjadi faktor utama mengapa Persib tidak langsung menerapkan high pressing atau tekanan tinggi sejak awal. “Kami tidak tahu siapa yang sanggup bermain penuh selama 90 menit,” katanya. Gol yang dicetak pun terasa seperti hadiah karena kekerasan fisik yang terlihat di pertandingan tersebut.

Tolic mengakui kualitas FC Seoul mulai terlihat di babak kedua, tapi soliditas Persib membuat mereka tetap unggul. “Ya, begitulah sepak bola,” tambahnya sambil merendahkan diri karena kemenangan yang terasa tidak mudah.

Namun, perjalanan berikutnya menjadi tantangan baru. Persib akan menghadapi Persijap Jepara setelah perjalanan lebih dari 12 jam yang pasti melelahkan. “Semua pemain bekerja sama, dan kami cukup beruntung,” ujar Tolic.

Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi Persib dalam AFC Champions League, tapi kualitas pertandingan yang masih diragukan menjadi peringatan bagi tim yang harus siap menghadapi lawan-lawan lain.

Analisis Redaksi

Kata-kata Tolic yang terdengar sarkastis sebenarnya mengungkapkan kelemahan strategis Persib dalam laga ini. Kelelahan fisik dan kekurangan tenaga membuat mereka tidak bisa berkompetisi dengan intensitas maksimal sejak awal. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan fisik dan rotasi pemain masih perlu ditingkatkan, terutama dalam turnamen internasional yang memakan tenaga.

Namun, kompaknya pertahanan dan disiplin tim tetap menjadi aset utama Persib. Kemenangan ini bukan tanpa keberuntungan, karena FC Seoul tidak tampil optimal. Namun, jika Persib ingin berkompetisi serius di babak selanjutnya, mereka harus mengatasi kelelahan dan meningkatkan kualitas permainan dalam jangka panjang.

Tantangan berikutnya, yaitu Persijap Jepara, akan menguji kemampuan adaptasi Persib setelah perjalanan panjang. Jika mereka tidak bisa mengelola kelelahan, maka kualitas pertandingan akan terus mengalami penurunan. Fokus pada rotasi pemain dan penguatan fisik menjadi langkah wajib agar Persib tidak hanya bertahan tapi juga berkompetisi dengan baik.

Meow! Tanya Nesi!
😸