Timnas Basket Putri Bungkam Thailand 61-52 di Laga Pembuka Asian Games 2026
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Timnas Basket Putri Indonesia membuka kampanye Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya dengan kemenangan 61-52 atas Thailand di Aichi International Arena, Kamis (17/9).
Kemenangan itu menghapus tekanan laga pembuka yang kerap jadi momok. Manajer tim Handoyo menilai anak asuh Gitautas Kievinas tampil lepas tanpa beban mental berlebihan. "Puji Tuhan kemenangan hari ini sangat berarti buat kita semua. Anak-anak bisa bermain lepas di game pertama dan dapat meraih kemenangan ini," ujar Handoyo usai laga.
Handoyo tak mau puas sekadar mencatat satu kemenangan. Ia menuntut peningkatan kualitas eksekusi dan ketangguhan mental untuk laga selanjutnya. "Harapan kami semoga di game selanjutnya anak-anak bisa bermain lebih bagus lagi baik dalam eksekusi instruksi pelatih maupun lebih bagus di mentalnya juga," tegasnya. "Tetap bermain dengan hati dan kebanggaan memakai seragam Merah Putih," sambungnya.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand dan China. Laga kedua sekaligus pamungkas fase grup dijadwalkan Senin (21/9) di arena yang sama melawan China. Kemenangan atas tuan rumah akan mengunci tiket perempat final lebih dini.
Capaian itu akan mengulang momen Asian Games 2022 di Hangzhou. Kala itu Garuda Pertiwi melaju ke delapan besar sebelum dihentikan Jepang dengan skor telak 47-89. Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma dan kawan-kawan kini punya kesempatan menulis sejarah baru.
Kemenangan perdana ini membangkitkan optimisme, namun ujian nyata baru akan datang Senin mendatang. Lawan China memiliki ketinggian dan fisik yang jauh lebih menakutkan dibanding Thailand. Konsistensi menjalankan sistem Kievinas selama 40 menit akan menentukan nasib tim.
Analisis Redaksi
Kemenangan atas Thailand bukan hanya soal angka di papan skor, tapi validasi mental tim usai masa persiapan yang penuh dinamika. Bermain "tanpa beban" seperti ucap Handoyo justru jadi indikator kematangan: pemain tidak kaku mengejar target, tapi fokus pada proses. Ini modal psikologis berharga sebelum menghadapi tekanan besar lawan China.
Di hadapan, Kievinas harus menyelesaikan rumah sakit klasik: rebounding dan turnovers lawan tinggi. Thailand masih bisa dikendalikan, tapi China akan memaksa tempo dan memanfaatkan keuntungan fisik di bawah ring. Rotasi banca dan manajemen foul para big man jadi kunci taktis. Jika eksekusi instruksi pelatih benar-benar disiplin seperti harapan manajer, lolos delapan besar bukan sekadar mimpi, tapi target realistis yang bisa diraih.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
