Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sita Nursanti Kembali ke Pentas Musical, Ungkap Rahasia Performa Vokalnya

HiburanRio DewantaraRio DewantaraSumber: Antara News
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Sita Nursanti Kembali ke Pentas Musical, Ungkap Rahasia Performa Vokalnya
BAGIKAN:

Penyanyi dan aktris senior Sita Nursanti kembali menempati panggung musical dan sukses mencuri perhatian penonton dalam pementasan drama musikal "Calon..." yang digelar pada Rabu, 17 September 2026. Kehadirannya menandai kembali sang diva ke pentas teater musik setelah sekian lama fokus pada proyek rekaman dan layar lebar.

Dalam pementasan itu, Sita tampil dengan enerji yang tak terduga bagi sejumlah penggemar lama yang terbiasa melihatnya di konser akustik atau serial televisi. Suaranya tetap menggelegar jernih, melintas registrasi tinggi hingga rendah dengan kontrol napas yang disiplin, membuktikan bahwa usia tak pernah mengikis kualitas vokal yang telah dijaga selama puluhan tahun.

Usai tendangan panggung, Sita luangkan waktu berbincang singkat dengan crew dan media. Ia mengungkapkan bahwa kunci performa suara yang konsisten terletak pada rutinitas latihan vokal harian yang tak pernah terlewat, meski jadwal penuh. "Saya tetap melatih skalasi dan *breathing exercise* setiap pagi sebelum aktivitas lain dimulai," ujarnya sambil menyesuaikan syal di lehernya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hidrasi tubuh dan tidur cukup menjadi dua pilar non-negotiable sebelum hari tampil. Sita juga menyarankan para penyanyi muda untuk tidak memaksakan suara di luar jangkauan alami demi mengejar tren. "Kenali batas suara Anda, hormati anatominya," tegasnya dengan nada pengalaman yang tak tergoyahkan.

Kembalinya Sita ke genre musical dinilai menyegarkan khasanah teater musik Indonesia yang kerap kekurangan bintang senior dengan kemampuan akting dan nyanyian *live* bersamaan. Penonton yang hadir malam itu mengakui merasakan nuansa berbeda: ketegangan dramatis yang dibangun lewat dialog tiba-tiba pecah jadi melodi tanpa celah teknis.

Analisis Redaksi

Penampilan Sita Nursanti kali ini bukan sekadar *comeback* nostalgis, melainkan demonstrasi disiplin seni yang langka di era instan. Fakta bahwa ia tetap memegang rutinitas teknis dasar โ€” latihan skalasi, manajemen napas, hidrasi โ€” mengingatkan industri bahwa *longevity* vokal tidak dibangun oleh *viral* sesaat, melainkan komitmen harian yang membosankan tapi vital. Ketika senior sebaya Sita memilih *lip-sync* atau turun dari panggung, dia justru memilih jalan terberat: nyanyi *live* di hadapan mata penonton kritis.

Pesan ia soal "mengenali batas suara" layak dijadikan *benchmark* bagi manajemen artis dan label rekaman yang terlalu agresif mengejar jadwal rilis tanpa mempertimbangkan kesehatan vokal talenta. Industri musik Indonesia butuh lebih banyak narasumber praktisi seperti Sita yang bersedia berbagi *trade secret* tanpa bayaran mahal, agar regenerasi penyanyi tidak terjebak dalam siklus kerusakan suara yang bisa dicegah. Langkah selanjutnya yang logis: mendorong bengkel vokal terstruktur yang melibatkan senior-senior ini sebagai mentor teknis, bukan sekadar juri *talent show*.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ