Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pakistan Desak Iran Hentikan Serangan Houthi ke Fasilitas Energi Saudi

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pakistan Desak Iran Hentikan Serangan Houthi ke Fasilitas Energi Saudi
BAGIKAN:

Panglima Militer Pakistan Asim Munir menelepon Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Kamis (17/9), mendesak Teheran menggunakan pengaruhnya untuk membujuk milisi Houthi di Yaman agar berhenti menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Inisiatif Islamabad ini dibuka berdasarkan informasi dari sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu Agency, sehari setelah Araghchi menyelesaikan kunjungan kerja ke China pada Rabu.

Dalam percakapan telepon itu, kedua pejabat tinggi membahas situasi regional secara menyeluruh dengan fokus pada eskalasi serangan Houthi serta upaya menghidupkan kembali pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat terhenti. Sumber yang mengenal perkembangan situasi mengonfirmasi bahwa Islamabad telah memperingatkan soal dampak eskalasi terkini yang justru akan memperumit dinamika regional yang sudah rumit.

Tanggapan Araghchi dinilai "memberikan harapan," meski detailnya tidak diungkapkan. Sikap resmi Teheran justru terlihat mengancingkan diri; Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei baru-baru ini menegaskan bahwa Iran tidak mencampuri urusan Yaman, menunjuk Houthi sebagai aktor independen yang "mengejar kepentingan mereka sendiri." Pernyataan ini menciptakan celah diplomatik yang tidak kecil bagi upaya Pakistan.

Pemicu mendesaknya kontak telepon ini adalah insiden penangkapan pesawat nirawak yang diduga milik Houthi di dekat kota suci Mekkah pada Rabu. Peristiwa itu memicu gelora kemarahan masyarakat internasional, termasuk negara-negara Muslim, meski Houthi sendiri membantah terlibat dalam peluncuran drone tersebut. Ketegangan itu melonjak kembali setelah bulan Juli lalu Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Riyadh.

Langkah Pakistan tidak terlepas dari komitmen pertahanan bilateral dengan Arab Saudi yang ditandatangani tahun lalu, diperkuat penandatanganan Pakta Mekkah trilateral melibatkan Turki bulan kemarin. Yaman sendiri tergerus perang saudara sejak Houthi merebut Sanaa pada 2014, memicu intervensi koalisi Arab pimpinan Saudi tahun 2015. Kini, klaim Houthi tentang kemajuan di pesisir Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab serta penargetan infrastruktur minyak Saudi telah mendorong kenaikan harga minyak di pasar global.

Analisis Redaksi

Gerakan diplomatik Pakistan mencerminkan kecemasan mendalam negara-negara Teluk terhadap ketidakstabilan yang berpotensi melumpuhkan aliran energi global. Meskipun Islamabad berusaha memanfaatkan saluran komunikasi dengan Teheran, pernyaan Baqaei yang menyingkirkan tanggung jawab Iran atas aksi Houthi menandakan batas pengaruh Teheran yang nyata โ€” atau pilihannya untuk tidak menarik rem. Jika Iran benar-benar tidak bisa atau tidak mau mengontrol proxy-nya, beban deeskalasi akan jatuh sepenuhnya ke jalur militer dan tekanan ekonomi, skenario yang justru ingin dihindari Pakistan dan Saudi.

Pakta Mekkah yang melibatkan Turki menambah lapisan keamanan kolektif baru di wilayah ini, namun uji nyatanya adalah kemampuan pakta itu mencegah kesalahan perhitungan (miscalculation) di lapangan. Eskalasi harga minyak akibat serangan infrastruktur akan mengganggu pemulihan ekonomi global pasca-pandemi, memaksa tangan negara-negara pembeli minyak untuk turun tangan. Langkah logis selanjutnya kemungkinan besar adalah diplomasi multilaterale yang melibatkan PBB dan negara-negara Teluk untuk mengikat komitmen Houthi secara tertulis, bukan sekadar janji lisan yang rapuh.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ