Netanyahu Usung RUU Cabut Kewarganegaraan Sutradara Film NAZA Pasca Kemenangan di Venesia
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pemerintah Benjamin Netanyahu mendorong dua rancangan undang-undang yang membuka peluang pencabutan kewarganegaraan bagi warga Israel yang dianggap mencemarkan nama baik tentara IDF, manuver hukum yang secara langsung menargetkan Yuval Abraham dan Rachel Szor, dua sutradara dokumenter NAZA yang baru saja meraih hadiah khusus juri di Festival Film Venesia.
Kemenangan itu diiringi standing ovation 25 menit, namun balasannya justru berupa gelombang ancaman. Menteri Kebudayaan Miki Zohar menuding kedua sineas sebagai pengkhianat negara, sementara RUU pertama yang diusung Netanyahu akan melipatgandakan nilai gugatan pencemaran nama baik menjadi 1 juta shekel tanpa syarat bukti kerugian. RUU kedua lalu mengatur mekanisme pencabutan kewarganegaraan bagi siapa pun yang dinilai merusak citra IDF dan Israel di kancah internasional.
Eskalasi turun ke tingkat jalanan. Pada Rabu malam, puluhan massa sayap kanan terafiliasi Otzma Yehuditâpartai yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvirâmengepung rumah orang tua Rachel Szor di Ashdod. Mereka menyerukan hukuman mati dan menuntut rumah itu dihancurkan, sementara Ben-Gvir sendiri menjelek-jelekkan para sutradara itu secara terbuka. Netanyahu ikut memanaskan suasana dengan mengunggah video lama Abraham berkonfrontasi dengan tentara di Tepi Barat, dan Kepala Staf IDF Eyal Zamir berjanji menggunakan "setiap alat" untuk melawan film tersebut.
Aparat keamanan pun turun tangan. Militer membuka penyelidikan kebocoran data dan melibatkan Shin Bet, sementara jurnalis Channel 14 Yehuda Schlesinger mendesak agar Abraham dan Szor diburu ke mana pun mereka pergi. Di Ashdod, mural disponsori rapper Yoav Eliasi menghiasi wajah keduanya dengan tanda bidik, lambang swastika, dan tulisan "pengkhianat"âgambaran visual yang mengingatkan pada estetika represi'autoriter.
Di tengah tekanan, Abraham mengakui ketakutannya di Channel 13: "Israel adalah rumah saya, satu-satunya tempat saya ingin tinggal. Tentu saja saya takut tidak akan bisa kembali." NAZA sendiri singkatan dari sistem intelijen Israel yang dipakai memprediksi jumlah korban sipil dalam serangan udara, lanjutan investigasi pasca keduanya memenangkan Oscar untuk No Other Land yang menyoroti perlawanan di Tepi Barat.
Respons balik tidak sepi. Empat puluh tiga organisasi HAM lokalâtermasuk Peace Now dan B'Tselemâbeserta 1.500 pembuat film menandatangani petisi membela kebebasan berekspresi dan menuding respons pemerintah meniru gaya rezim diktator. Sutradara Laura Poitras menilai langkah Netanyahu sebagai ancaman bagi jurnalis global. Ironisnya, sumber Kementerian Luar Negeri Israel mengakui aksi pemerintah justru jadi bumerang yang mendongkrangkan popularitas film, dan The Guardianâko-produser berbasis investigasi tiga tahunâbertekad melawan segala upaya penyensoran.
Analisis Redaksi
Peristiwa ini menandai titik balik di mana perang narasi tidak lagi hanya berlangsung di medan tempur atau ruang sidang diplomatik, melainkan masuk ke ranah hukum domestik sebagai senjata pemutuskan. Dengan mengikat kewarganegaraan pada kesetiaan naratif negara, Netanyahu menciptakan preseden berbahaya: kritik substantif terhadap operasi militer dikriminalisasi, ruang disensus nasional dipadatkan, dan institusi negaraâdari Kementerian Kebudayaan hingga IDF dan Shin Betâdiserbu untuk melayani agenda politik pribadi.
Yang perlu diwaspadai adalah efek domino ke arah masyarakat sipil Israel yang lebih luas. Jika RUU ini lolos, ambang toleransi terhadap disidenâbaik jurnalis, akademisi, maupun aktivis HAMâakan jatuh drastis. Ancaman fisik terhadap keluarga sutradara, mural ancaman maut, dan retorika "pengkhianat" dari pejabat tinggi menciptakan iklim ketakutan yang menginvite vigilantisme. Logisnya, langkah selanjutnya akan berupa tekanan pada platform streaming dan festival film internasional untuk menarik NAZA, serta upaya diplomatik memblokir akses jurnalis asing ke Gaza guna mengontrol alur informasi sejak awal.


