Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Miliband Kecam Israel Kehilangan Sekutu, Inggris Terapkan Sanksi Pemukiman

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Miliband Kecam Israel Kehilangan Sekutu, Inggris Terapkan Sanksi Pemukiman
BAGIKAN:

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menembak keras Israel, menilai negara itu semakin terisolasi global akibat agresi brutalnya di Jalur Gaza, sekaligus mengesahkan serangkaian sanksi baru menargetkan ekspansi pemukiman di Tepi Barat. Dalam wawancara podcast The Rest is Politics yang tayang Selasa (15/9), Miliband tidak mengelak: "Pemerintah Israel kehilangan teman. Mereka tidak mendapatkan sekutu; mereka kehilangan sekutu di mana-mana," ucapnya tegas, merujuk pada ledakan kesadaran masyarakat internasional.

Langkah konkret Downing Street diumumkan pekan lalu, meliputi larangan impor produk dari pemukiman, sanksi bagi perusahaan dan individu pendorong ekspansi, serta sanksi tambahan untuk warga Israel berekstrem yang diduga menghasut kekerasan terhadap Palestina. Miliband menegaskan paket ini bukan untuk mendelegitimasi Israel, melainkan menargetkan "pendudukan ilegal" yang dinilai telah merusak solusi dua negara. Ia merujuk putusan Mahkamah Internasional 2024 yang memerintahkan Israel mengakhiri pendudukan, membongkar pemukiman, dan membayar ganti rugi.

Retorik Miliband tajam hingga ke terminologi yang jarang dipakai diplomat Barat. Ia menuding "terorisme pemukim" dan "pembersihan etnis oleh teroris pemukim" sebagai realita di lapangan. Soal rencana perluasan di kawasan E1 โ€” lama dianggap "garis merah" komunitas internasional โ€” Miliband memperingatkan proyek itu akan memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat, mengubur harapan negara Palestina. "Status quo tidak berhasil," potongnya, menolak narasi ketenangan palsu.

Kondisi kemanusiaan di Gaza jadi sorotan terberat. Miliband mengaku baru bertemu dokter pulang dari Gaza, mendengar kesaksian "benar-benar tak terucapkan dan mengerikan." Ia menuduh pembatasan bantuan oleh Israel "tampaknya strategi disengaja." Angka 1.200 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dibidasnya sebagai bukti gencatan itu tak bermakna. "Tidak ada yang dapat membenarkan apa yang terjadi di Gaza," tegasnya, suara tergenang emosi saat mengingat ibu yang wafat Mei lalu: "Dia akan bilang, 'Lihat apa yang terjadi pada orang-orang miskin ini; ini salah.'"

Pesan politik pun disematkan ke arah pemilu Israel 27 Oktober mendatang. Miliband ingin rakyat Israel tahu: komunitas internasional tidak akan diam menonton pendudukan berlanjut. Sanksi impor, target individu ekstremis, dan tekanan diplomatik dirancang sebagai sinyal keras bahwa kehilangan sekutu bukan retorik kosong, melainkan kebijakan yang mulai mengeringat.

Analisis Redaksi

Pernyataan Miliband menandai pergeseran signifikan dalam tono diplomasi Inggris: dari "kekhawatiran mendalam" ke penyebutan nama-nama โ€” terorisme pemukim, pembersihan etnis, sanksi sektor โ€” yang selama ini dihindari mitra Barat. Ini bukan hanya tekanan moral, tapi upaya mengikat komitmen hukum internasional pasca putusan ICJ ke kerangka hukum domestik UK. Risikonya, Israel bisa menganggap ini tekanan partai Buruh semata, bukan konsensus lintas partai, apalagi dengan bayangan kebijakan AS yang masih ambigu di bawah siapa pun pemenang November mendatang.

Angka 1.200 korban pasca-gencatan senjata yang dikutip Miliband โ€” meski sumbernya tak dirinci โ€” mengubah narasi "Israel berhak membela diri" jadi narasi impunitas terstruktur. Jika sanksi impor benar-benar ditegakkan tanpa celah, ini bisa jadi preseden bagi Uni Eropa yang selama ini ragu. Namun, uji nyatanya ada di konsistensi: apakah London akan menahan lisensi senjata lengkap, atau hanya simbolik di sektor pertanian pemukiman? Tanpa itu, pesan "komunitas internasional tidak diam" terdengar seperti ancaman genggam angin.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ