Lokasi Syuting The Batman: Part II di London Bocorkan Kehadiran Court of Owls dan Anarky
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

- Aktor Jeffrey Wright juga terlihat di lokasi untuk merepris perannya sebagai Jim Gordon.
- Petunjuk keterlibatan Court of Owls โ organisasi rahasia kaum bangsawan yang dalam kanon komik mengendalikan Gotham dari bayang-bayang โ terbaca jelas pada plakat para pengunjuk rasa.
- Beberapa papan protes mengeja 'Court of Oligarchs' dan 'Court of Fouls', disertai seruan 'Eat the Rich' dan 'Your Greed is Killin Us', menguatkan narasi ketimpangan ekonomi sebagai pemicu konflik.
Foto dan rekaman video dari lokasi syuting The Batman: Part II di London beredar luas di media sosial Minggu lalu, mengisyaratkan kehadiran Court of Owls sebagai antagonis utama dalam sekuel garapan Matt Reeves yang dijadwalkan tayang 18 Februari 2028.
Adegan yang tertangkap kamera memperlihatkan kekacauan di depan gedung Gotham Bar Association, di mana Bruce Wayne (Robert Pattinson) dikawal ketat personel GCPD menembus kerumunan demonstran emosional sebelum menaiki mobil Bentley bersama pemeran pengganti Alfred Pennyworth. Aktor Jeffrey Wright juga terlihat di lokasi untuk merepris perannya sebagai Jim Gordon.
Petunjuk keterlibatan Court of Owls โ organisasi rahasia kaum bangsawan yang dalam kanon komik mengendalikan Gotham dari bayang-bayang โ terbaca jelas pada plakat para pengunjuk rasa. Beberapa papan protes mengeja 'Court of Oligarchs' dan 'Court of Fouls', disertai seruan 'Eat the Rich' dan 'Your Greed is Killin Us', menguatkan narasi ketimpangan ekonomi sebagai pemicu konflik.
Ironi tajam muncul ketika massa menjadikan figur bertopeng Batman sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi sistemik, tanpa menyadari pahlawan yang mereka harapkan justru adalah Bruce Wayne, miliarder yang menjadi target demonstrasi mereka. Detail naratif ini memperkuat spekulasi bahwa Reeves akan mengeksplorasi dualitas identitas Wayne sebagai bagian dari elit sekaligus vigilante.
Di samping Court of Owls, hadiah beberapa demonstran yang mengenakan topeng putih bermotif anarki pada jaket memicu spekulasi kehadiran Anarky, musuh Batman lain dari komik DC. Elemen ini selaras dengan pernyataan Reeves sebelumnya bahwa antagonist utama The Batman: Part II belum pernah diangkat dalam adaptasi film layar lebar manapun.
Analisis Redaksi
Pemilihan Court of Owls sebagai lawan utama menandakan pergeseran skala ancaman: bukan lagi gengster atau supervillain eksentrik, tapi struktur kekuasaan tersembunyi yang mengakar di sejarah Gotham. Ini memperluas cakupan narasi dari kejahatan jalanan ke konspirasi elit, membuka ruang bagi Reeves untuk mengeksplorasi mitos kota tersebut lebih dalam โ sesuatu yang belum tersentuh trilogi Nolan maupun film-film sebelumnya.
Kehadiran Anarky sebagai elemen pendukung (bukan antagonist utama) cerdas secara dramaturgi: ia mewakili kekacauan ideologis yang menantang baik Batman maupun Court of Owls, menciptakan dinamika tiga arah. Jika Reeves mempertahankan nada neo-noir film pertama, sekuel ini berpotensi menjadi kritik tajam terhadap plutokrasi yang relevan dengan kondisi sosial kontemporer, tanpa kehilangan identitas genre superhero.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
