Lewis Hamilton dan Sederetan Tokoh Beri Dukungan untuk Macklemore
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Pembalap Formula 1 sekaligus juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, secara terbuka menyuarakan dukungan kepada rapper Macklemore setelah didepak dari tur konser Ed Sheeran di Amerika. Keputusan pencoretan tersebut merupakan buntut dari seruan membela Palestina yang disuarakan Macklemore dari atas panggung konser.
Dukungan tersebut disampaikan Hamilton secara langsung melalui kolom komentar di unggahan akun Instagram Macklemore yang tengah membahas pencoretan dirinya dari rangkaian Loop Tour. Melalui pesannya, sang juara dunia menuliskan rasa terima kasih atas keberanian menggunakan suara dan menegaskan sikap berdiri bersama sang rapper.
Pencoretan Macklemore terjadi usai musisi tersebut secara konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat tampil dalam konser di Stadion MetLife, New Jersey, pada awal September 2026. Langkah tegas itu diambil pihak promotor Messina Touring Group dengan dalih sejumlah pemilik venue menolak kehadiran sang rapper di atas panggung mereka.
Menghadapi polemik ini, Ed Sheeran sempat merilis pernyataan resmi yang mengaku netral dan bergeming, serta menyatakan bahwa keputusan pencoretan murni berada di tangan promotor serta pemilik stadion. Kendati demikian, gelombang solidaritas justru kian menguat dari berbagai kalangan figur publik internasional.
Tidak hanya Hamilton, deretan musisi pembuka lainnya seperti Finneas, Lukas Graham, hingga Aaron Rowe mengambil sikap tegas dengan kompak mundur dari Loop Tour sebagai bentuk protes atas pembungkaman tersebut. Situasi krisis ini kemudian mendorong tim Ed Sheeran menggelar kompetisi Open for Legends bekerja sama dengan Guitar Center sejak Senin (14/9) guna menjaring musisi amatir independen untuk konser di Mexico City pada 11 Desember.
Tekanan publik kian meluas menyusul aliran dukungan deras dari aktivis lingkungan Greta Thunberg yang menyuarakan solidaritas penuh serta menyerukan kemerdekaan Palestina. Kritik terbuka turut dilayangkan kreator konten edukasi anak, Ms. Rachel, yang menyayangkan sikap bungkam industri hiburan terhadap jatuhnya korban jiwa anak-anak di Gaza serta menilai Ed Sheeran telah mengalah kepada pihak yang menolak kenyataan global.
Analisis Redaksi
Peristiwa pencoretan Macklemore dari rangkaian tur konser global memperlihatkan betapa sensitifnya ruang industri hiburan ketika bersinggungan dengan isu geopolitik dan kemanusiaan. Keputusan promotor yang berdalih pada penolakan pemilik venue mencerminkan bagaimana batasan komersial kerap kali digunakan untuk meredam ekspresi politik seniman di atas panggung.
Di sisi lain, gelombang pengunduran diri musisi pendukung seperti Finneas hingga aksi solidaritas figur non-musisi seperti Lewis Hamilton dan Greta Thunberg menandai pergeseran solidaritas lintas sektor yang semakin masif. Langkah para tokoh ini menunjukkan bahwa tekanan industri tidak lagi sepenuhnya berhasil membungkam perbincangan publik terkait krisis kemanusiaan di Gaza.
Ke depannya, dinamika serupa diperkirakan akan terus mewarnai industri pertunjukan internasional, memaksa para promotor dan musisi papan atas untuk mengambil sikap yang lebih transparan di tengah polarisasi pandangan global. Langkah tim Ed Sheeran menggelar audisi terbuka demi mengisi kekosongan penampil pembuka juga memperlihatkan bahwa roda bisnis pertunjukan akan terus berputar meski di tengah badai boikot dan kecaman publik.


