Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

KTT BRICS New Delhi: Indonesia Sukses Masukkan Bandung Spirit dan Isu Palestina ke Deklarasi 140 Paragraf

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KTT BRICS New Delhi: Indonesia Sukses Masukkan Bandung Spirit dan Isu Palestina ke Deklarasi 140 Paragraf
BAGIKAN:

Kementerian Luar Negeri membeberkan hasil keikutsertaan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi, India, 12 hingga 13 September lalu, yang melahirkan deklarasi tebal 140 paragraf dan menandai masuknya "Bandung Spirit" ke dalam dokumen blok tersebut untuk pertama kalinya. Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, mengungkapkan detail dinamika pertemuan itu dalam Press Briefing di Gedung Kemlu, Kamis (17/9), termasuk ketegangan di balik layar yang mewarnai 27 pertemuan tingkat menteri di bawah presidensi India.

Tri mengakui kekhawatiran muncul setelah empat dari 27 pertemuan menteri gagal mencapai kesepakatan konsensus, dokumen wajib yang harus disepakati semua anggota. "KTT kemarin tentunya diwarnai kekhawatiran karena dari 27 pertemuan, empat pertemuan tidak berhasil mencapai kesepakatan," ujarnya. Dinamika internal semakin kompleks karena perselisihan antara dua anggota BRICS, Iran dan Uni Emirat Arab, yang menurut Tri "memberikan warna dan dinamika dalam pertemuan BRICS". Proses penyusunan deklarasi pemimpin pun memakan waktu hingga 10 putaran negosiasi.

Pengalaman Indonesia memimpin G20 pada 2022 dan berhasil melahirkan Deklarasi Bali di tengah gejolak perang Rusia-Ukraina dijadikan referensi utama. "Kita harus mampu menjembatani berbagai perbedaan dan harus bisa menunjukkan bahwa sebagai keluarga besar, kita mungkin atau wajar untuk memiliki perbedaan pandangan. Tapi tentunya tidak perlu juga menghalangi kesepakatan dalam konteks yang lebih luas," tegas Tri. Hasilnya, deklarasi New Delhi dinilai sangat lengkap dan detail, memudahkan penindaklanjutan di tingkat nasional melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga.

Dalam deklarasi tersebut, Indonesia berhasil mengukir sejumlah prioritas nasional. Selain "Bandung Spirit" yang tertulis pertama kali, Indonesia mendorong kerja sama mineral kritis, minyak sayur berkelanjutan, energi terbarukan, serta penguatan negara kepulauan. Isu Palestina pun jadi fokus: seluruh anggota BRICS sepakat mendorong langkah bersama agar warga Gaza tidak terus jadi korban kekerasan tentara Israel, serta memastikan akses penuh bagi Palestina menjalankan kewajiban beragama dan menolak perluasan ilegal.

Di ranah keuangan, Indonesia mengusung local currency settlement untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu dalam perdagangan internasional. Sementara proses aksesi Indonesia ke New Development Bank (NDB) bermula dari pertemuan Prabowo dengan Presiden NDB Dilma Rousseff pada 25 Maret 2025. Saat ini NDB memiliki 10 anggota โ€” tujuh negara BRICS ditambah Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan โ€” dengan Iran dan Arab Saudi belum bergabung. Tri menegaskan NDB menawarkan sumber pembiayaan alternatif tanpa persyaratan ketat seperti Bank Dunia atau IMF.

Analisis Redaksi

Kehadiran Prabowo di New Delhi bukan sekadar upacara protokoler. Indonesia menunjukkan kapasitas diplomatik yang matang: mampu menavigasi retak internal BRICS โ€” Iran versus UAE, plus kegagalan konsensus di empat forum menteri โ€” sambil menyuntikkan narasi sendiri ke dalam deklarasi final. Penyebutan "Bandung Spirit" bukan simbolis semata; ia mengikat legasi Asia-Afrika 1955 dengan agenda Global South kontemporer, memposisikan Indonesia sebagai jembatan sejarah yang kredibel.

Langkah ke NDB adalah taruhan strategis jangka menengah. Berbeda dengan lembaga Bretton Woods, NDB diklaim fleksibel dan tanpa kondisionalitas politik. Jika aksesi berjalan lancar, Indonesia memperoleh alat pembiayaan infrastruktur dan transisi energi yang lebih searah dengan kepentingan nasional. Namun, tantangan nyata ada di implementasi: mengubah 140 paragraf deklarasi menjadi proyek nyata butuh koordinasi domestik yang keras, bukan hanya kemampuan bernegosiasi di meja multilateral.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ