Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kim Ki Dong Buka Suara Soal Rotasi Pemain Muda Lawan Persib di ACL 2

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Kim Ki Dong Buka Suara Soal Rotasi Pemain Muda Lawan Persib di ACL 2
BAGIKAN:

Pelatih FC Seoul, Kim Ki Dong, mengakui sengaja memutar pemain muda jebolan SMA Osan High School saat menghadapi Persib Bandung pada laga pembukaan AFC Champions League (ACL) 2, Rabu malam. Keputusan itu diambil lantaran jadwal padat menjelang babak penutup musim reguler K-League 1 yang memaksa klub ibukota Korea Selatan memprioritaskan kompetisi domestik.

Susunan mulai yang diterjunkan Ki Dong ke lapangan Stadion Seoul World Cup Cup justru tidak sepenuhnya didominasi anak-anak sekolah menengah sebagaimana diperkirakan. Hanya dua pemain di bawah usia 20 tahun yang mengisi lini depan: bek Shin Ji Seop (18 tahun) dan gelandang Ko Pil Gwan (19 tahun). Sembilan orang lainnya sudah berusia di atas 20 tahun, bahkan tiga di antaranya sudah menembus kepala tiga, meski statusnya jelas sebagai pemain pelapis alias bukan pilihan utama.

"Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya," ujar Ki Dong di konferensi pers pasca laga, dikutip dari Nate. "Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di Osan High School. Tapi ini baru awal. Mereka harus berusaha di level profesional, dan kompetisi baru mulai," tegas mantan pelatih Pohang Steelers itu, menegaskan jangka panjang proyek regenerasi klub.

Dinamika pertandingan berubah drastis di babak kedua. Ki Dong baru memasukkan empat andalan utama: Yazan Al Arab, Moon Seon Min, Patryk Klimala, dan Jeong Beom Son. Nama terakhir memang berusia 18 tahun, namun sudah menjadi pemain inti yang rutin mendapat kepercayaan di liga domestik. Tiga pemain muda lain—Jung Ha Won, Jeong Hyeon Woong, dan satu lagi—hanya sempat menambah jam terbang dari bangku cadangan, sementara tiga rekan seumuran mereka tetap mengamati dari pinggir lapangan tanpa kesempatan tampil.

Fakta di lapangan menunjukkan FC Seoul menghadapi Persib dengan tim "campuran": kerangka senior pelapis ditambah semangat remaja SMA di babak pertama, lalu diperkuat bintang-bintang utama di babak kedua. Untuk Persib, hasil akhir 0-0 di kandang lawan kini harus dibaca dengan konteks lawan yang sengaja tidak memainkan skuad terbaiknya sejak menit pertama.

Analisis Redaksi

Strategi Ki Dong mencerminkan realitas keras sepak bola Asia: ACL 2 sering kali jadi korban prioritas liga. Dengan memainkan tim B yang dicampur anak-anak SMA, FC Seoul secara praktis menyerahkan inisiatif awal kepada Persib, namun menghindari kelelahan pada aset utama. Ini bukan ketidaksopanan, melainkan manajemen risiko standar klub Korea yang secara historis selalu menempatkan K-League di atas panggung benua.

Bagi Persib, poin satu di Seoul bukan hasil yang jelek, tapi jangan biarkan angka nol di kolom kemenangan menipu analisis. Lawan yang dihadapi 45 menit pertama adalah tim eksperimen. Uji nyata karakter tim Adam Alis baru akan terlihat saat FC Seoul—atau klub Korea lain—memainkan susunan penuh di babak gugur nanti. Persib harus memanfaatkan keuntungan jadwal dan istirahat relatif untuk menyempurnakan finishing, aspek yang masih jadi PR besar di laga Rabu malam.

Meow! Tanya Nesi!
😸