Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M 4,5 Guncang Perairan Lebak, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,5 Guncang Perairan Lebak, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BAGIKAN:

JAKARTA - Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang perairan di barat daya Labuan, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu (17/9/2026) pukul 22.17.33 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di koordinat 7,88 Lintang Selatan dan 105,12 Bujur Timur, tepatnya 204 kilometer barat daya Labuan.

Kedalaman hiposenter gempa tercatat pada 10 kilometer di bawah permukaan laut, dikategorikan sebagai gempa dangkal (shallow earthquake). Meskipun berpusat di tengah Samudra Hindia, getaran gempa terdirasakan di sejumlah wilayah di Banten dan Lampung dengan intensitas skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II hingga III.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui keterangan resmi menyatakan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. "Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diwajibkan untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi," ujarnya.

Berdasarkan laporan masyarakat melalui akun media sosial BMKG dan aplikasi InfoBMKG, getaran terasa jelas di wilayah Pandeglang, Serang, hingga Bandar Lampung. Masyarakat mengaku merasakan getaran gempa berdurasi singkat, sekitar 2 hingga 5 detik, dengan arah getaran melintang. Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Gempa ini merupakan aktivitas tektonik yang wajar di wilayah zona subduksi Sunda-Banda. BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan (aftershock) yang kemungkinan terjadi dengan magnitudo lebih kecil. Masyarakat di daerah pesisir Selatan Jawa dan Selat Sunda dihimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar.

Analisis Pakar Geofisika

Lokasi epicentrum gempa ini (204 km SW Labuan) menempatkan peristiwa ini di zona transisi antara zona subduksi Sunda (pelan Indo-Australia menyubduksi di bawah pelan Eurasia) dan sistem patahan transformasi di Selat Sunda. Pada kedalaman 10 km, mekanisme gempa kemungkinan besar bersumber dari patahan dalam pelan Indo-Australia yang sedang mendekati zona benioff (intra-slab) atau patahan pelan atas (upper plate splay fault) yang diaktifkan oleh tegangan tektonik regional.

Secara sejarah, segmen Sunda Strait ini memiliki rekam jejak kegempaan yang kompleks. Berbeda dengan segmen Mentawai atau Selatan Jawa yang sering menghasilkan gempa megathrust besar (M>8), segmen Selat Sunda cenderung menghasilkan gempa moderat hingga besar (M6-7) dengan mekanisme campuran (oblique-thrust/strike-slip) akibat geometri pelan yang melengkung. Gempa M4.5 hari ini tergolong kecil dan tidak mampu melepaskan energi tektonik terakumulasi secara signifikan di segmen ini.

Potensi tsunami dari gempa M4.5 ini sangat minim hingga nol. Ambang batas magnitudo gempa tsunamigenik di zona subduksi umumnya minimal M6.5-M7.0 dengan mekanisme thrust dangkal yang menggerakkan kolom air secara vertikal. Gempa ini terlalu kecil untuk menggerakkan dasar laut secara masif.

Mengenai gempa susulan (aftershock), hukum statistik sismologi (Omori-Utsu Law) berlaku: frekuensi dan magnitudo aftershock akan menurun secara eksponensial seiring waktu. Namun, karena lokasi dekat zona subduksi aktif, tidak bisa dikecualikan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang terasa (M>3.0) dalam hari-hari ke depan. Publik di wilayah Banten dan Lampung Selatan disarankan tetap mempersiapkan tas siaga dan mengetahui rute evakuasi, bukan karena gempa kali ini, melainkan sebagai mitigasi standar tinggal di negara kepulauan di cincin api Pasifik.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ