Garuda Pertiwi Drama di Aichi: Indonesia Taklukkan Thailand 61-52 di Asian Games 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Timnas basket putri Indonesia, Garuda Pertiwi, meraih kemenangan dramatis 61-52 atas Thailand pada laga pembukaan Grup A Asian Games 2026 di Aichi International Arena, Kamis (17/9).
- Kemenangan itu dibangun lewat ketahanan mental di menit-menit krusial kuarter keempat setelah sempat dihantui ketegangan saat keunggulan 12 poin tergerus tinggal tujuh.
- Sejak tip-off, pasukan Kievinas Gitautas tampil percaya diri.
Timnas basket putri Indonesia, Garuda Pertiwi, meraih kemenangan dramatis 61-52 atas Thailand pada laga pembukaan Grup A Asian Games 2026 di Aichi International Arena, Kamis (17/9). Kemenangan itu dibangun lewat ketahanan mental di menit-menit krusial kuarter keempat setelah sempat dihantui ketegangan saat keunggulan 12 poin tergerus tinggal tujuh.
Sejak tip-off, pasukan Kievinas Gitautas tampil percaya diri. Kuarter pertama berlangsung sengit dengan saling balas poin, namun Indonesia mengakhiri 10 menit pertama unggul tipis 14-13. Dominasi nyata terlihat di kuarter kedua: sistem bertahan zona dan man-to-man berfungsi rapi, mengunci serangan Thailand hanya pada 13 poin. Sementara itu, Garuda Pertiwi mencetak 22 poin dan menutup babak pertama dengan keunggulan 36-26.
Dinamika berubah di kuarter ketiga. Thailand di bawah kendali pelatih Popadic Misa meningkatkan efektivitas, mencetak 13 poin lawan 11 poin Indonesia. Selisih poin menyusut, memasuki sepuluh menit terakhir dengan skor 47-39. Drama puncak terjadi di awal kuarter keempat: Thailand membuka dengan tiga poin dan paran 10-0 memangkas jarak jadi 46-56, memaksa Indonesia bermain di bawah tekanan tinggi marking man-to-man lawan.
Tiga menit terakhir menjadi uji nyata karakter. Kapten Thailand Kunchuan Supavadee menyerang ring berulang kali, memanfaatkan free throw memangkas skor jadi 50-57. Di momen paling kritis, kapten tim Dewa Ayu muncul sebagai penyejuk. Ia menyematkan dua free throw lancar, mengembalikan jarak ke 59-50. Thailand masih sempat menambah poin, tapi Garuda Pertiwi menjawab dengan tenang hingga sirine berakhir mengunci skor 61-52.
Louis Kimberley menjadi salah satu penopang skor penting di sisi Indonesia, sementara sistem pertahanan Gitautas terbukti mampu menahan gelombang serangan balik Thailand di menit-menit akhir. Kemenangan ini memberikan modal psikologis berharga bagi Garuda Pertiwi memasuki laga-laga selanjutnya di fase grup, membuktikan tim mampu menang di bawah tekanan tanpa kehilangan komposisi.
Analisis Redaksi
Kemenangan ini bukan sekadar tiga angka di kolom kemenangan, tapi bukti kematangan mental tim asuhan Kievinas Gitautas. Kemampuan Indonesia mempertahankan komposisi saat keunggulan 12 poin (56-44) tergerus jadi tujuh (57-50) dalam waktu singkat menunjukkan adanya "kill switch" di sisi pertahanan dan kepemimpinan lapangan dari Dewa Ayu. Faktor kunci lain adalah kontribusi Louis Kimberley yang memberikan variasi serangan saat permainan set half-court macet.
Ke depan, yang perlu diwaspadai adalah konsistensi 40 menit penuh. Longgaran di kuarter ketiga hingga awal keempat membuka celah bagi lawan berkualitas lebih tinggi—seperti China, Jepang, atau Korea Selatan—untuk membalikkan situasi tanpa butuh usaha ekstra. Gitautas harus mengevaluasi rotasi pemain saat tim kehilangan ritme, serta efisiensi free throw yang jadi penentu di menit terakhir. Jika Garuda Pertiwi bisa memperbaiki kelonggaran transisi pertahanan-serangan, peluang lolos ke babak knockout terbuka lebar.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
