Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Danantara Resmikan PSEL Bogor Raya 1, Target Olah 1.500 Ton Sampah Jadi Listrik Per Hari

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Danantara Resmikan PSEL Bogor Raya 1, Target Olah 1.500 Ton Sampah Jadi Listrik Per Hari
BAGIKAN:

Danantara Indonesia meresmikan fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9). Proyek yang dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) ini dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menggunakan teknologi moving grate incinerator dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) standar Uni Eropa.

Lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional โ€” berpengalaman menangani proyek serupa di Malaysia, Thailand, China, Australia, Irlandia, Jerman, hingga Kuwait โ€” terlibat dalam pembangunan. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan teknologi ini mengacu pada European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), salah satu patokan emisi industri paling ketat global.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun," ujar Pandu dalam acara groundbreaking tersebut. Dari sisi pasokan, listrik hijau hasil olahan diproyeksikan mampu menyalurkan energi ke lebih dari 100 ribu rumah tangga di wilayah Bogor Raya.

Ekspansi sudah terencana. Danantara menyiapkan PSEL Bogor Raya 2 di kawasan Kayumanis, Kota Bogor, sebagai bagian dari rencana nasional 17 titik PSEL mencakup 33 kabupaten dan kota. Nilai investasi Bogor Raya saja tercatat Rp2,8 triliun, dibuka 1.200 lapangan kerja hijau, serta diklaim menekan kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai darurat sampah dan dampak pembangkit batubara memaksa percepatan proyek ini. Ia mengungkapkan efisiensi regulasi telah dipangkas dari sekitar 160 aturan menjadi tiga saja agar alur pengolahan sampah jadi energi berjalan lebih cepat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan PSEL Bogor Raya 1 akan menjadi uji nyata apakah model waste-to-energy skala besar bisa menjawab kemacetan TPA di kawasan metropolitan padat sekaligus menyumbang baseload energi terbarukan. Kunci keberlanjutannya bukan hanya di teknologi APCS yang mahal perawatannya, tapi pada kepastian tarif pembelian listrik PLN dan kelancaran logistik pengangkutan sampah harian dari titik-titik sumber ke fasilitas.

Analisis Redaksi

Peluncuran proyek ini menandakan geser strategis Danantara dari sekadar pengelola aset ke pembangun infrastruktur keras yang menyentuh masalah lingkungan hidup paling mendesak. Target reduksi emisi 80 persen dan penurunan kebutuhan lahan TPA 80 persen adalah angka yang ambisius, namun kebenarannya akan diuji di lapangan saat fasilitas beroperasi penuh dan harus memproses sampah campuran khas Indonesia yang kadar airnya tinggi serta nilai kalor rendah.

Langkah selanjutnya yang logis dan kritis adalah transparansi data emisi real-time dari sistem APCS agar kepercayaan publik terjaga, sekaligus penyelesaian financial close untuk PSEL Bogor Raya 2 agar momentum percepatan regulasi (pemangkasan 160 jadi 3 aturan) tidak sia-sia. Jika model Bogor berhasil tereplikasi ke 16 titik lain, Indonesia punya peluang nyata mengubah beban sampah jadi aset energi โ€” asalkan biaya operasional dan tarif jual listrik ditemukan titik keseimbangannya.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ