Bagas/Apri Resmi Berduet di Ganda Campuran, Debut di Surabaya International Challenge 2026
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Kedua atlet senior itu tampil santai di hadapan wartawan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9), justru kelakar soal usia kian tak muda.
- Kalau jiwa petarung sih enggak ada kayak gitu.
- Anggap aja ini tantangan baru, gas lagi pokoknya.
Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu resmi dipasangkan Pengurus Besar PBSI di sektor ganda campuran, menjawab kekosongan pasca-pensiun pasangan emas Olimpiade 2020 dengan target debut instan pada Surabaya International Challenge 2026 pekan depan.
Kedua atlet senior itu tampil santai di hadapan wartawan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9), justru kelakar soal usia kian tak muda. "Enggak sih, enggak sih. Kalau jiwa petarung sih enggak ada kayak gitu. Anggap aja ini tantangan baru, gas lagi pokoknya. Enjoy aja, umur juga masih muda kan, 22 tahun saya," ujar Bagas berseloroh, sebelum Apriyani menyambung sambil tertawa, "Iya, saya 21 tahun lah sekarang. Tujuh belas malah, iya. Masih muda lah kita, aduh."
Di balik guyonan itu tersembunyi fakta keras: keduanya berulang tahun ke-28 tahun ini. Bagas lahir 20 Juli 1998, Apriyani 29 April 1998. Usia yang untuk bulu tangkis dunia modern sudah memasuki zona keputusan karir, bukan lagi masa pembentukan.
Bagas membawa bekal pengalaman menjuarai All England 2022 bersama Muhammad Shohibul Fikri, termasuk kemenangan spektakuler menumbangkan pasangan nomor satu dunia India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, di edisi 2024. Sementara Apriyani hadir dengan pedigree peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 berdua dengan Greysia Polii, dilengkapi perak Kejuaraan Dunia BWF 2023.
Di bawah bimbingan Nova Widianto, keduanya baru menjalani beberapa hari latihan. Fokus utama saat ini bukan pola permainan matang, melainkan membangun kekompakan fundamental—komunikasi di lapangan, pembagian area, dan kepercayaan saling menutupi kelemahan.
Uji coba nyata pertama akan datang cepat. Turnamen Surabaya International Challenge 2026 dijadwalkan berlangsung 22 hingga 27 September mendatang di GOR Bulutangkis Soedirman. Bukan panggung Beregu, bukan latihan tertutup, tapi turnamen internasional bergengsi di tanah air yang menuntut hasil instan.
Analisis Redaksi
Keputusan PBSI memasangkan dua sisa "sistem ganda" yang terpecah—Bagas dari ganda putra, Apri dari ganda putri—adalah taruhan tinggi dengan margin kesalahan tipis. Keunggulan: keduanya punya mental juara besar dan fisik masih prime. Kerugian: kurva adaptasi ganda campuran butuh waktu, sedangkan siklus Olimpiade 2028 tidak menunggu. Nova Widianto, mantan juara dunia campuran 2005, adalah kunci mempercepat kimia ini; ia tahu persis nuansa posisi depan-belakang yang beda drastis dari ganda sejati.
Gurauan usia 22 dan 21 tahun bukan sekadar humor, tapi mekanisme pertahanan psikologis. Di usia 28, tekanan "harus jadi juara cepat" jauh lebih berat dibandingkan pemain muda yang baru naik dari pelatnas. Debut di Surabaya bukan soal gelar, tapi *benchmark* apakah proyek ini layak dipertahankan hingga Los Angeles 2028, atau hanya solusi darurat sesaat.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
