Badminton hingga Angkat Besi, Incaran Empat Emas Indonesia di Aichi-Nagoya
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Indonesia menggantungkan harapan merebut empat medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui tiga cabang olahraga andalan: badminton, panjat tebing, dan angkat besi.
- Tiga sektor ini ditetapkan sebagai tulang punggung kontingen Merah Putih untuk memastikan torehan prestasi di panggung Asia berlangsung maksimal.
- Tim bulutangkis menempatkan target utama pada nomor beregu putra yang rencananya akan bertanding di Ichinoya Municipal Gymnasium pada 20 hingga 24 September.
Indonesia menggantungkan harapan merebut empat medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui tiga cabang olahraga andalan: badminton, panjat tebing, dan angkat besi. Tiga sektor ini ditetapkan sebagai tulang punggung kontingen Merah Putih untuk memastikan torehan prestasi di panggung Asia berlangsung maksimal.
Tim bulutangkis menempatkan target utama pada nomor beregu putra yang rencananya akan bertanding di Ichinoya Municipal Gymnasium pada 20 hingga 24 September. PBSI sebelumnya telah menyatakan tim putra menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih medali emas di ajang ini. Setelah fase beregu usai, kompetisi akan dilanjutkan dengan nomor perorangan pada 25 hingga 29 September.
Selain badminton, panjat tebing menjadi sektor dengan ambisi tertinggi karena ditargetkan menyumbang dua medali emas sekaligus. Fokus strategis Indonesia dijatuhkan pada nomor speed putra yang mengandalkan Veddriq Leonardo, serta nomor speed putri yang mempercayakan medali kepada Desak Made Rita Kusuma Dewi. Veddriq secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengamankan emas dari nomor yang digelutinya tersebut.
Jadwal pertandingan panjat tebing sendiri dipadatkan dalam rentang waktu 29 September hingga 1 Oktober dengan skema yang ketat. Nomor speed putri akan menggelar babak kualifikasi pada 29 September dan dilanjutkan final pada keesokan harinya, sedangkan nomor speed putra menjalani kualifikasi pada 30 September dan puncaknya di final pada 1 Oktober.
Satu emas sisa kembali diharapkan hadir dari angkat besi melalui kelas 75 kilogram putra yang akan dihuni oleh Rahmat Erwin Abdullah. Rahmat bukanlah atlet sembarangan mengingat ia adalah juara bertahan yang kembali menjadi tumpuan setelah sebelumnya sukses merebut emas di kelas 73 kilogram pada Asian Games Hangzhou 2022. Pertandingan angkat besi dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 29 September di Nagoya City Trade and Industry Center.
Komposisi tim angkat besi Indonesia terlihat solid dengan kehadiran beberapa lifter berkelas lain. Selain Rahmat di kelas 75 kg, Indonesia juga mengirim Rizki Juniansyah di kelas 85 kg, Eko Yuli Irawan di kelas 65 kg, dan Ricko Saputra di kelas 60 kg untuk memperbesar peluang medali.
Analisis Redaksi
Penetapan empat target emas pada tiga cabor ini menunjukkan strategi realistis yang berbasis pada data historis dan performa atlet saat ini. Penggantian nomor kelas Rahmat Erwin dari 73 kg ke 75 kg menjadi variabel kritis yang harus diperhatikan, meskipun statusnya sebagai juara bertahan memberikan modal psikologis besar. Kehadiran Eko Yuli dan Rizki menambah kedalaman skuad yang berpotensi memberikan kejutan di luar target utama.
Penumpukan jadwal pada akhir September, khususnya di panjat tebing, akan menguji manajemen recovery para atlet agar bisa tampil maksimal di babak final. Keberhasilan beregu putra bulutangkis juga akan menjadi penentu moral tim karena berlangsung di awal, yang berpotensi memicu momentum positif bagi cabor lainnya. Integritas target ini tergantung pada konsistensi performa hingga hari H dimulai.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
