Prabowo Perintah Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, 114 Penumpang Ditemukan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menyelidiki sebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa guna mengambil langkah mitigasi terbaik ke depan. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan hadirin peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9), di tengah duka keluarga korban.
"Kita terus akan melakukan investigasi, menyelidiki apa sebab dari kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik," ucapnya dengan nada tegas. Sebelum menyinggung insiden kapal, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa kepada warga yang mengalami musibah, menyebut nama kapal Virgo di Banjarmasin secara spesifik.
"Tentunya kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah, yang terakhir, kapal Virgo di Banjarmasin. Dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan," lanjutnya. Instruksi investigasi itu diletakkannya sebagai upaya konkret agar tragedi serupa tidak terulang, bukan sekadar retorika belasungkawa.
Hinggu hari keempat operasi pencarian, Rabu (16/9) sore, dari 243 orang yang tercatat di manifes kapal, sebanyak 114 jiwa telah berhasil dievakuasi. Data Basarnas menunjukkan 108 di antaranya selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan kapal nelayan terus menggenangi lokasi tenggelamnya untuk menemukan 129 penumpang dan awak kapal yang masih hilang.
KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Selat Makassar, dekat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9) malam. Kapal ro-ro milik PT Virgo Putra Perkasa itu berlayar dari Surabaya menuju Makassar ketika diterpa badai dan gelombang tinggi. Insiden ini menghebohkan publik karena melibatkan ratusan penumpang mudik serta menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan layar dan standar keselamatan kapal penumpang domestik.
Analisis Redaksi
Perintah investigasi langsung dari Presiden di forum publik menandakan tekanan politik tinggi bagi Kementerian Perhubungan dan Otoritas Keselamatan Pelayaran untuk menghasilkan temuan yang transparan, bukan sekadar laporan administratif yang tertutup. Fokus pada "mitigasi" dan "langkah terbaik" mengisyaratkan kemungkinan revisi regulasi kelayakan kapal ro-ro rute panjang, termasuk standar stabilitas saat menghadapi cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi.
Angka 129 orang masih hilang pada hari keempat jadi ujian nyata kapasitas SAR nasional. Jika evakuasi melambat, tekanan publik akan beralih dari sebab teknis tenggelamnya ke kesiapan respons darurat. Langkah logis selanjutnya: pengumuman timeline investigasi yang binding, penetapan tanggung jawab hukum operator, serta audit mendadak ke seluruh armada ro-ro serupa yang beroperasi di rute lintas kepulauan.

