Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Prabowo Gelar Dialog dengan Jurnalis Senior dan Pengamat Pasar Modal

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Prabowo Gelar Dialog dengan Jurnalis Senior dan Pengamat Pasar Modal
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar dialog tertutup dengan sejumlah tokoh media dan pengamat pasar modal di Jakarta, Rabu (9/9/2026), dalam upaya menyelaraskan narasi kebijakan di tengah dinamisnya sentimen investor.

Acara yang diselenggarakan CNBC Indonesia itu menghadirkan barisan jurnalis senior yang menguasai ruang pimpinan redaksi media arus utama. Hadir di meja dialog Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi, Jurnalis Senior TV One Andromeda Mercury, serta Jurnalis Senior sekaligus Direktur Pemberitaan Rakyat Merdeka Ratna Susilowati yang didampingi Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia Wahyu Daniel.

Komposisi tamu tak hanya dibatasi pada praktisi media murni. Presiden juga mengundang Politisi dan Wartawan Senior Akbar Faisal bersama Pengamat Pasar Modal Gema Goeyardi, menciptakan perpaduan perspektif antara kebijakan politik, alur redaksional, dan logika pasar.

Keterlibatan Goeyardi sebagai satu-satunya pakar pasar modal dalam forum ini menandakan bobot khusus yang diberikan istana pada reaksi pasar terhadap langkah-langkah ke depan. Kehadiran dua jurnalis berbasis TV โ€” Metro TV dan TV One โ€” serta media cetak dan digital seperti Rakyat Merdeka dan CNBC Indonesia, menunjukkan upaya jangkauan narasi yang menyentuh segmen audiens berbeda.

Dialog ini mencatat kelanjutan interaksi Prabowo dengan pers sejak masa transisi, namun kali ini dengan format yang lebih selektif dan teknis. Belum ada rilis resmi soal substansi pembahasan, namun susunan narasumber mengisyaratkan fokus pada manajemen ekspektasi pasar dan penanganan isu-isu sensitif yang menghantui ekonomi nasional.

Analisis Redaksi

Pemilihan tamu yang sangat spesifik โ€” bukan konferensi pers terbuka โ€” mengindikasikan bahwa istana ingin menguji narasi atau menyampaikan pesan yang memerlukan konteks mendalam sebelum dilempar ke domain publik. Kehadiran Gema Goeyardi di meja yang didominasi wartawan senior bukan sekadar hiasan; pasar modal membutuhkan kepastian, dan siapapun yang bisa menerjemahkan bahasa teknis kebijakan ke bahasa uang adalah mitra strategis.

Yang perlu diwaspadai adalah ketidakhadiran tokoh dari sisi oposisi atau kritikus kebijakan ekonomi di meja tersebut. Dialog bersifat "echo chamber" berisiko melahirkan kebijakan yang terputus dari realitas di lapangan. Langkah logis selanjutnya adalah apakah hasil dialog ini akan diturunkan ke dalam kebijakan regulasi yang konkret, atau hanya berhenti sebagai manajemen persepsi semata. Pasar tidak akan menunggu lama untuk menilai seriusnya langkah ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ