Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Netflix Rampung Produksi ‘Scooby-Doo: Origins’ Live Action, Jadi Hadir 2027 dengan Anjing Nyata dan Mystery Machine

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Netflix Rampung Produksi ‘Scooby-Doo: Origins’ Live Action, Jadi Hadir 2027 dengan Anjing Nyata dan Mystery Machine
BAGIKAN:

Netflix secara resmi mengumumkan bahwa serial live action Scooby-Doo: Origins, reinkarnasi modern geng pemecah misteri ikonik bersama anjing Great Dane mereka, telah selesai syuting dan siap hadir pada 2027. Produksi yang dimulai sejak April 2024 ini menampilkan sejumlah pemeran muda bintang seperti McKenna Grace (Daphne) dan Tanner Hagen (Shaggy), serta anjing Great Dane sungguhan yang akan menjadi karakter utama pertama dalam semesta Scooby-Doo live action.

Dalam pengumuman Minggu (13/9), Netflix membagikan foto-foto set syuting dan konfirmasi resmi melalui akun resmi mereka: “Anak anjing Great Dane kita dan kawanan remaja pemecah misteri ini telah resmi menyelesaikan produksi Scooby-Doo: Origins, yang akan hadir pada tahun 2027!” tulis Netflix. Serial ini bukan hanya sekadar adaptasi, melainkan penafsiran ulang modern dari karakter-karakter legendaris yang pertama kali muncul dalam serial animasi Scooby-Doo, Where Are You! (1969).

Sinopsis yang dibocorkan menarik: cerita dimulai di musim panas ketika Shaggy dan Daphne, dua sahabat lama, terjerat dalam misteri mengerikan di sekitar seekor anak anjing Great Dane yang kesepian. Anjing tersebut diduga menjadi saksi pembunuhan supranatural, dan geng itu—yang kini meliputi Velma (pragmatis), Freddy (murid baru misterius), serta Scooby—terpaksa memecahkan kasus yang mengungkap mimpi buruk masing-masing.

Dibintangi oleh McKenna Grace (Daphne), Tanner Hagen (Shaggy), Abby Ryder Fortson (Velma), dan Maxwell Jenkins (Fred), serial ini juga menampilkan Paul Walter Hauser sebagai pemilik Scooby-Doo dan Bruce McGill dalam peran tak terungkap. Showrunner Josh Appelbaum dan Scott Rosenberg—yang sebelumnya sukses dengan Stranger Things—bertindak sebagai produser eksekutif bersama Toby Haynes. Produksi dilakukan di bawah naungan Warner Bros. Television, yang juga baru-baru ini merilis Dead Boys Detectives di Netflix.

Ini bukan kali pertama Scooby-Doo diangkat ke layar lebar dalam bentuk live action. Film tahun 2002 yang dibintangi Freddie Prinze Jr. dan Sarah Michelle Gellar masih menjadi referensi klasik bagi penggemar. Namun, Origins ini berani mengambil risiko dengan memasukkan anjing Great Dane sungguhan dalam peran utama, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam semesta ini.

Durasi setiap episode dijanjikan satu jam, dan serial ini dijadwalkan tayang secara global di Netflix pada 2027. Dengan Scooby-Doo yang masih menjadi waralaba paling ikonik Warner Bros. (diciptakan oleh Joe Ruby dan Ken Spears pada 1969), kehadiran live action ini diprediksi akan menggerakkan kembali minat generasi baru terhadap geng pemecah misteri yang selalu mengendarai Mystery Machine.

Sebagai konteks, Scooby-Doo telah berdiri selama lebih dari 50 tahun, selalu mengangkat tema-tema klasik seperti kasus supranatural dan persahabatan. Namun, adaptasi live action sebelumnya sering kali dikritik karena kehilangan esensi humor dan keunikan karakter. Apakah Origins ini mampu mempertahankan semangat asli atau justru menciptakan versi baru yang lebih dekat dengan penonton millennial dan Gen Z? Pertanyaan tersebut akan terjawab ketika serial ini hadir di layar.

Dampak bagi publik tidak hanya terbatas pada penggemar lama. Serial ini juga bisa menjadi gateway content bagi anak-anak baru yang belum mengenal Scooby-Doo, sementara untuk penggemar, ini adalah kesempatan untuk melihat evolusi karakter yang telah menjadi bagian dari budaya populer sejak 1969.

Analisis Redaksi

Keputusan Netflix untuk memproduksi Scooby-Doo: Origins bukan tanpa strategi. Di era streaming, waralaba lama seperti ini seringkali diangkat kembali untuk menarik kembali audiens yang mungkin sudah lelah dengan konten baru. Namun, kunci kesuksesannya tidak hanya terletak pada pemilihan pemeran muda yang memiliki potensi viral (seperti McKenna Grace yang sudah dikenal dari The Handmaid’s Tale), tetapi juga pada authenticity dalam menampilkan karakter. Penggunaan anjing Great Dane sungguhan, misalnya, bukan hanya sekadar detail visual, melainkan langkah untuk menjaga heart dari serial asli.

Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana Netflix akan mengelola ekspektasi penggemar. Adaptasi live action sebelumnya sering kali dikritik karena overcomplicating cerita atau kehilangan esensi humor yang membuat Scooby-Doo begitu menarik. Jika Origins terlalu dekat dengan versi animasi atau terlalu jauh dari itu, bisa saja menimbulkan ketidakpuasan. Namun, dengan tim showrunner yang berpengalaman seperti Appelbaum dan Rosenberg, ada harapan bahwa mereka mampu menemukan sweet spot antara nostalgia dan inovasi.

Langkah selanjutnya yang logis adalah memantau bagaimana serial ini dipasarkan. Netflix harus memastikan bahwa teaser trailer yang akan dirilis tidak hanya menampilkan aksi, tetapi juga menjaga tone yang khas Scooby-Doo: campuran misteri, humor, dan persahabatan. Jika berhasil, ini bisa menjadi salah satu serial live action terbaik tahun 2027, bahkan melebihi ekspektasi penggemar yang sudah lama menanti adaptasi baru. Namun, jika gagal, bisa jadi hanya menjadi tambahan lagi dalam daftar adaptasi yang terlalu jauh dari aslinya.

Meow! Tanya Nesi!
😸