Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Laga Perpisahan Lionel Messi: Sang Maestro Kembali Perkuat Argentina Kontra Benin di Stadion Monumental

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Laga Perpisahan Lionel Messi: Sang Maestro Kembali Perkuat Argentina Kontra Benin di Stadion Monumental
BAGIKAN:

Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, dipastikan akan kembali mengenakan seragam kebesaran tim nasional Argentina untuk melakoni laga perpisahan emosional melawan Benin pada FIFA matchday Oktober mendatang. Keputusan ini diambil pelatih Lionel Scaloni yang sengaja memanggil kembali sang kapten ke dalam daftar skuad Albiceleste guna memberikan panggung penghormatan terakhir yang layak di hadapan publik pendukungnya sendiri.

Stadion Monumental di Buenos Aires akan menjadi saksi bisu pada 6 Oktober mendatang saat Argentina menjamu Benin. Pertandingan ini bukan sekadar laga persahabatan biasa, melainkan momentum "Tango Terakhir" bagi pemain yang telah memberikan segalanya bagi negara tersebut. Meski Messi sebelumnya telah mengumumkan gantung sepatu dari kancah internasional, laga ini menjadi pengecualian khusus untuk merayakan karier fenomenalnya bersama skuad Garuda yang baru saja melewati fase Piala Dunia 2026.

Presiden AFA, Chiqui Tapia, menegaskan bahwa kehadiran Messi adalah pusat dari perayaan ini. Tapia bahkan telah melayangkan undangan kepada seluruh penggawa yang membawa Argentina merengkuh trofi Piala Dunia Qatar 2022 untuk hadir mendampingi Messi di lapangan. "Mereka bersama keluarga masing-masing dapat mendampinginya dalam pertandingan yang akan menjadi momen tak terlupakan bagi para suporter untuk menyaksikan 'Tango Terakhir' dari pemain terbaik dunia," ujar Tapia dalam keterangan resminya.

Di sisi teknis, Scaloni tidak hanya membawa nuansa nostalgia dalam pemanggilan kali ini. Skuad yang dipersiapkan untuk menghadapi rangkaian laga internasional melawan Bolivia, Burkina Faso, dan Benin ini juga diwarnai wajah-wajah baru yang diproyeksikan menjadi masa depan tim. Nama-nama seperti Roman Vega (Zenit), Matias Soule (Roma), hingga talenta muda Fiorentina, Franco Mastantuono, masuk dalam daftar panggil untuk bersanding dengan para senior yang masih bertahan.

Namun, transisi ini juga ditandai dengan absennya beberapa pilar kunci yang telah mengikuti jejak Messi untuk pensiun dari level internasional. Nama-nama besar seperti Leandro Paredes, Nahuel Almada, Thiago Almada, hingga palang pintu tangguh Nicolas Otamendi dipastikan tidak lagi menghuni skuad. Sebagai gantinya, Scaloni memberi kesempatan pada pemain seperti Leonardo Balerdi (Roma) dan Agustin Giay (Palmeiras) untuk membuktikan kapasitas mereka di lini pertahanan setelah sempat terhambat masalah cedera pada turnamen sebelumnya.

Analisis Redaksi

Kembalinya Messi untuk satu laga terakhir melawan Benin adalah langkah cerdas dari AFA untuk menjaga harmonisasi antara skuad juara dan generasi baru. Secara psikologis, kehadiran Messi di ruang ganti akan memberikan suntikan mental luar biasa bagi pemain muda seperti Gianluca Prestianni atau Santiago Castro yang baru mulai mencicipi atmosfer tim senior. Ini adalah cara elegan menutup sebuah era tanpa harus memutus benang merah kesuksesan yang sudah dibangun sejak 2021.

Namun, publik juga harus melihat ini sebagai sinyal tegas bahwa ketergantungan pada sosok nomor 10 itu harus segera diakhiri sepenuhnya setelah peluit panjang di Monumental nanti. Dengan pensiunnya pilar seperti Otamendi dan Paredes, struktur kepemimpinan di lapangan kini beralih ke pundak generasi menengah seperti Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister. Laga di Monumental nanti bukan hanya soal air mata perpisahan, melainkan tes awal bagi Scaloni untuk melihat seberapa siap timnas Argentina berdiri tegak tanpa bayang-bayang sang maestro di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸