Jepang Bungkam Hong Kong 2-0, China Balik Unggul Atas Korea Utara di Asian Games 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Gol pembuka baru tercapai pada menit ke-39 lewat tendangan Hisatsugu Ishii setelah Jepang mengepung lawan sejak babak pertama berjalan.
- Kemenangan itu mengantarkan Jepang ke puncak klasemen Grup A dengan raihan tiga poin, bersamaan dengan Thailand yang sempat berkeringat mengalahkan Kirgizstan 3-2 di laga bersebelahan.
- Selisih gol menjadikan Samurai Muda sebagai pemimpin sementara, sementara Hong Kong dan Kirgizstan masih kosong poin.
Tim nasional Jepang U-23 memetik kemenangan 2-0 atas Hong Kong U-23 di laga pembuka Grup A sepak bola Asian Games 2026 di Stadion Toyota, Aichi, Rabu (16/9), dengan dua gol di menit kritis yang mengunci dominasi tuan rumah sejak peluit awal.
Gol pembuka baru tercapai pada menit ke-39 lewat tendangan Hisatsugu Ishii setelah Jepang mengepung lawan sejak babak pertama berjalan. Hong Kong yang awalnya mencoba menyaingi tempo, beralih ke strategi bertahan mendalam dan mengandalkan serangan balik di babak kedua, namun garis belakang mereka akhirnya ambruk di menit ke-89 saat Shuto Nagano mengamankan skor 2-0.
Kemenangan itu mengantarkan Jepang ke puncak klasemen Grup A dengan raihan tiga poin, bersamaan dengan Thailand yang sempat berkeringat mengalahkan Kirgizstan 3-2 di laga bersebelahan. Selisih gol menjadikan Samurai Muda sebagai pemimpin sementara, sementara Hong Kong dan Kirgizstan masih kosong poin.
Dari Grup B, China menghadirkan drama balik keadaan lawan Korea Utara dengan skor 2-1. Choe Kuk menyodorkan Korea Utara unggul lebih dulu, namun Zhang Yuning menyamakan kedudukan 1-1 menjelang istirahat. Gol penentu Wu Xi pada menit ke-68 melengkapi comeback Tim Merah, mengantarkan mereka ke posisi kedua di bawah Iran.
Iran sendiri telah membuka hari kedua dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Uni Emirat Arab di laga sore. Tiga nama berbeda โ Shahrabadi, Almarzooqi, dan Maztraeh โ mencatatkan nama di papan skor, sementara Al Menhali menjadi satu-satunya pencetak gol untuk UEA. Tiga poin itu menempatkan Iran di puncak Grup B dengan selisih gol unggul atas China.
Hari kedua kompetisi ini memperlihatkan pola yang konsisten: tim-tim favorit memanfaatkan efisiensi di kotak penalti, sedangkan underdog bergulat keras tapi gagal mengubah dominasi territoriale menjadi angka. Sepak bola Asia memang tidak pernah mengenal pertandingan mudah di panggung multigame.
Analisis Redaksi
Kemenangan Jepang dan China dengan pola "menang drama" โ gol terlambat bagi tuan rumah, comeback bagi China โ mengisyaratkan ketegangan mental akan jadi penentu di fase gugur. Kedua tim menunjukkan karakter juara: tenang saat tertahan, marcus saat peluang terbuka. Iran yang tampil paling lengkap dengan tiga pencetak gol berbeda justru jadi tim paling berbahaya di Grup B karena tidak bergantung pada satu bintang.
Yang perlu diwaspadai: jadwal padat akan menguji kedalaman skuad. Jepang dan China main setiap dua hari sekali. Rotasi pemain dan manajemen cedera jadi kunci. Jika pola hari kedua berlanjut โ favorit menang tipis, underdog menjual mahal mahal โ perebutan posisi dua besar di setiap grup akan terputus hanya di laga terakhir. Satu poin selisih gol bisa memutus nasib.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
