Gempa 4.5 Menggoncang Bengkulu, Tidak Potensi Tsunami dan Kerusakan Berat
Bengkulu, 15 September 2026 — Gempa bumi berkekuatan 4.5 SR (Skala Richer) telah terjadi di perairan selatan Bengkulu pada Senin petang ini. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat pada pukul 19.12.49 WIB dengan pusat gempa terletak 55 kilometer ke arah selatan barat daya (SSW) kota Bengkulu. Sampai saat ini, belum ada laporan kerusakan materiil atau jiwa yang terbatas akibat gempa ini.
Ketua BMKG, Dr. Rizki, menjelaskan bahwa gempa berkekuatan tersebut terjadi pada kedalaman 50 kilometer di bawah permukaan laut. Keadaan ini menyebabkan gempa tidak memiliki dampak yang signifikan karena energi yang dilepaskan tidak cukup untuk menimbulkan keretusakan di permukaan atau menggerakkan massa air yang dapat menimbulkan tsunami.
Wali Kota Bengkulu, H. Agus Prabowo, telah menginstruksikan kepadanya seluruh aparat terkait untuk melakukan evaluasi dan pengawasan terkait potensi gempa susulan. Namun, menurut BMKG, kemungkinan terjadinya gempa susulan yang ada dampaknya sangat rendah.
Sementara itu, masyarakat Bengkulu yang terkekang dalam beberapa menit setelah kejadian, sudah kembali ke aktivitas normal. Tidak ada laporan korban jiwa atau cedera akibat gempa ini.
Analisis Pakar Geofisika
Wilayah Bengkulu terletak di atas sesar yang aktif, yaitu Sesar Sumatera Selatan yang bergerak secara transform (geser). Sesar ini merupakan bagian dari Sistem Sesar Sumatera yang memiliki sejarah kegempaan yang cukup tinggi. Gempa pada tanggal ini terjadi karena geseran antarguna yang terjadi di sesar tersebut. Studi seismik menunjukan bahwa sesar ini memiliki potensi untuk menimbulkan gempa dengan kekuatan hingga 7,0 SR, meskipun kejadian seperti itu jarang terjadi.
Sejarah kegempaan di wilayah ini menunjukkan bahwa gempa dengan kekuatan 4,5 SR seperti ini terjadi secara berkala, dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi. Gempa terbesar yang tercatat di Bengkulu adalah gempa 7,0 SR pada tahun 1935 yang menimbulkan kerusakan pariwisata dan kerusakan material yang cukup parah.
Meskipun gempa ini tidak memiliki potensi tsunami, BMKG tetap memantau perkembangan situasi untuk memastikan tidak terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sesar di wilayah ini memiliki potensi untuk menimbulkan gempa susulan dalam waktu 72 jam setelah kejadian utama, meskipun kemungkinan tersebut masih rendah.