Empat Musim Pertiwi Ditolak jadi Wakil Indonesia ke Oscar 2027
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Film Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) telah resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99, yang dikenal sebagai Oscar 2027. Pengumuman ini dikeluarkan oleh Forka Films, rumah produksi film yang dibintangi Putri Marino dan Arya Saloka.
Forka Studio mengonfirmasi kabar tersebut dalam unggahan resminya pada Rabu (16/9). Mereka menyatakan bahwa film karya sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah itu akan diajukan secara resmi ke ajang bergengsi Hollywood tahun depan.
"Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) telah terpilih sebagai perwakilan resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 (Oscars 2027)," tulis Forka Studio. Unggahan tersebut juga menyertakan ucapan selamat kepada seluruh pemeran, kru, dan mitra film.
Sutradara Kamila Andini merespons dengan rasa hormat tinggi terhadap kehormatan tersebut. Ia menekankan bahwa film ini berakar kuat pada konteks Indonesia, namun mengangkat pertanyaan universal mengenai trauma, ingatan, kekerasan, dan pemulihan.
Produksi internasional kolaboratif ini melibatkan tujuh negara, yaitu Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand. Film hasil garapan Kamila Andini ini sempat tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dan Busan International Film Festival 2026.
Analisis Redaksi
Pilihan Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia bukan sekadar keputusan industri, melainkan strategi kultural yang disengaja. Dengan mengangkat isu trauma dan pemulihan yang bersifat universal, film ini berusaha menjembatani narasi lokal agar mudah diterima oleh dewan selektor Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Ini adalah langkah diplomasi budaya yang matang.
Kehadiran film di festival kelas dunia seperti TIFF dan Busan membuktikan kualitas teknis dan artistiknya sudah diakui secara global. Namun, kompetisi di Oscar sangat ketat. Kemenangan di kategori ini memerlukan lebih dari sekadar kualitas; ia membutuhkan resonansi emosional yang mendalam dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dipahami secara luas oleh penonton internasional.
Bagi industri perfilman Indonesia, ini menjadi tonggak sejarah baru. Film ke-27 wakil Indonesia ini menunjukkan bahwa sinema nasional mampu bersaing di panggung global melalui kerja sama internasional. Langkah selanjutnya adalah bagaimana film ini mempertahankan momentum positifnya hingga malam penganugerahan Oscar 2027 tiba.


