Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Deretan Film Multiverse: Dari Spider-Verse hingga Everything Everywhere, 9 Judul Eksplorasi Pertukaran Nasib

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Deretan Film Multiverse: Dari Spider-Verse hingga Everything Everywhere, 9 Judul Eksplorasi Pertukaran Nasib
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Animasi Spider-Man: Across the Spider-Verse yang dirilis Juni 2023 membuka deretan tersebut.
  • Karya Sony Pictures Animation dan Marvel Entertainment mengikuti Miles Morales (Shameik Moore) melintasi multiverse bertemu ratusan varian Spider-Man, dihadapkan pada dilema nasib dan prinsip.
  • Film ini mempekerjakan lebih dari 1.000 animator dan menggabungkan enam gaya seni grafis berbeda, dipuji kritikus atas kedalaman konflik emosional di balik visual yang "mendobrak standar industri".

KapanLagi.com merangkum sembilan judul film fiksi ilmiah yang mengangkat tema pertukaran kehidupan lintas realitas alternatif, mulai dari blokbuster Marvel dan DC hingga karya indie Spanyol dan anime Jepang, sebagai panduan tontonan akhir pekan bagi penonton yang menginginkan alur cerita "mind-blowing".

Animasi Spider-Man: Across the Spider-Verse yang dirilis Juni 2023 membuka deretan tersebut. Karya Sony Pictures Animation dan Marvel Entertainment mengikuti Miles Morales (Shameik Moore) melintasi multiverse bertemu ratusan varian Spider-Man, dihadapkan pada dilema nasib dan prinsip. Film ini mempekerjakan lebih dari 1.000 animator dan menggabungkan enam gaya seni grafis berbeda, dipuji kritikus atas kedalaman konflik emosional di balik visual yang "mendobrak standar industri".

Tak kalah spektakuler, The Flash (Juni 2023) menghadirkan Ezra Miller sebagai Barry Allen yang terjebak di dunia paralel usai mencoba menyelamatkan ibunya di masa lalu. Sutradara Andy Muschietti memadukan nostalgia dengan kembalinya Michael Keaton sebagai Batman klasik, serta komedi dari interaksi dua versi Barry Allen. Proyek Warner Bros. Pictures dan DC Studios ini sempat mengalami perombakan naskah berulang sebelum tayang.

Marvel Studios menjawab dengan Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Mei 2022) yang disutradarai Sam Raimi. Benedict Cumberbatch berperan sebagai Stephen Strange yang harus menghentikan Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) menggunakan ilmu hitam "Dreamwalking" untuk membajak kehidupan variannya. Film ini dicatat sebagai karya MCU pertama yang eksplisit mengeksplorasi bahaya pencurian identitas lintas dimensi, dengan biaya produksi fantastis dan efek visual transisi dimensi yang menegangkan.

Puncak prestasi kritis diraih Everything Everywhere All at Once (Maret 2022) yang memborong tujuh Oscar termasuk Film Terbaik. Michelle Yeoh berperan sebagai Evelyn Wang, pemilik usaha penatu yang mengakses keahlian variannya β€” dari bintang kungfu hingga koki teppanyaki β€” untuk menyelamatkan semesta. Duo sutradara Daniels (Daniel Kwan dan Daniel Scheinert) bersama produsen A24 mengeksekusi efek visual memukau hanya dengan tim kurang dari sepuluh orang, membuktikan kreativitas mengalahkan anggaran besar.

Fenomena budaya pop terealisasi lewat Spider-Man: No Way Home (Desember 2021) yang menyatukan tiga generasi Peter Parker: Tom Holland, Tobey Maguire, dan Andrew Garfield. Marvel Studios dan Sony Pictures berhasil merahasiakan kehadiran Maguire dan Garfield selama produksi. Interaksi emosional antar tiga Spider-Man banyak bersumber dari improvisasi para aktor, menciptakan kedalaman persaudaraan yang terasa alami.

Dari Spanyol hadir Mirage (Durante la tormenta) (2018) karya Oriol Paulo. Adriana Ugarte memerankan Vera Roy yang menyelamatkan anak laki-laki lewat TV tua saat badai, memicu efek kupu-kupu yang menghapus pernikahan dan kelahiran putrinya. Naskah terinspirasi ketakutan pribadi Paulo soal satu keputusan kecil yang merenggut identitas saat ini, dieksekusi dengan transisi waktu mulus khas Netflix.

Film indie Parallel (2018) disutradarai Isaac Ezban memanfaatkan setting terbatas: sekelompok teman menemukan cermin portal untuk mencuri teknologi dan kehidupan versi alternatif mereka. Aml Ameen, Martin WallstrΓΆm, Georgia King, dan Mark O'Brien memainkan spiral moral di mana keserakahan mengubah sahabat jadi musuh. Produksi Bron Studios memaksimalkan ruang terbatas jadi arena intrik intens.

Anime Your Name (Kimi no Na wa) (Agustus 2016) jadi fenomenal global. Makoto Shinkai dan CoMix Wave Films memadukan mitologi benang merah takdir dengan teori kuantum soal Mitsuha (Mone Kamishiraishi) dan Taki (Ryunosuke Kamiki) yang bertukar tubuh lintas ruang-waktu. Visual langit estetik dan soundtrack RADWIMPS mendorong karya ini merajai boks office banyak negara.

Mengakhiri deretan, Coherence (2013) dengan Emily Fox Blunt β€” teks sumber terpotong β€” mengisahkan makan malam delapan sahabat yang berubah mimpi buruk saat komet langka memicu tumpang tindih realitas paralel, mendorong beberapa karakter merencanakan pembunuhan terhadap versi alternatif diri mereka.

Analisis Redaksi

Kelipatan judul multiverse dalam sepulak tahun terakhir bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan kecemasan kolektif soal identitas dan pilu jalan tidak dipilih. Industri filem mengubah konsep fisika kuantum yang abstrak jadi narasi emosional yang aksesibel: bagaimana kalau saya memilih lain? Keberhasilan komersial Everything Everywhere All at Once dengan anggaran minim membuktikan penonton kini lebih mengutamakan keorisanalitas ide daripada sekadar spektakel CGI.

Perlu diwaspadai: kelebihan eksploitasi konsep ini berisiko menjadikan "multiverse" sebagai jalan pintas naskah untuk menutupi kelemahan karakter atau plot holes. Sutradara berbakat seperti Raimi, Shinkai, atau Daniels justru menggunakan kerangka multiverse untuk memperdalam introspeksi karakter, bukan melarikan diri darinya. Langkah logis ke depan adalah film-film yang mengeksplorasi konsekuensi psikologis jangka panjang bagi pelaku pertukaran realitas, bukan hanya momen kejutan visual.

Meow! Tanya Nesi!
😸