Dangdut Academy 8 Masuki Babak Top 17, Empat Peserta Tersingkir dan Pembagian Grup Tetap
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Dangdut Academy 8 resmi memasuki babak Top 17 mulai Selasa, 15 September 2026, setelah empat academia tersingkir pada fase Top 21. Keempat nama yang harus pulang lebih awal adalah Cendi dari Maumere, Fitri dari Makassar, Rangga dari Bantaeng, serta Rama asal Cirebon.
Seleksi ketat itu menyisakan 17 peserta terbaik yang akan bertarung di panggung Indosiar mulai pukul 19.00 WIB. Susunan grup masih mengikuti formasi babak sebelumnya, dibagi ke dalam empat kelompok di bawah bimbingan tiga D'Coach: Melly Lee, Fildan, dan Selfi Yamma.
Grup 1 beranggotakan Diva (Kuantan Singingi) dan Rofia (Kuningan) dari Tim Melly Lee, serta Ikhwan (Polewali Mandar) dan Tazir (Langkat) dari Tim Fildan. Grup 2 lebih padat dengan lima orang: Razky (Pekanbaru) dan Sahwan (Sampang) dari Tim Melly Lee, Bhita (Pangkalpinang) dan Murama (Sijunjung) dari Tim Fildan, plus Kira (Bandung) dari Tim Selfi Yamma.
Sementara Grup 3 diisi Alexa (Ciamis) dan Clara (Langkat) dari Tim Melly Lee, Ari (Sampang) dari Tim Fildan, dan Melani (Sidrap) dari Tim Selfi Yamma. Grup 4 menghadirkan Azzio (Deli Serdang) dari Tim Melly Lee, Danil (Sumenep) dari Tim Fildan, serta Inayah (Gowa) dan Zhifanna (Pesisir Selatan) dari Tim Selfi Yamma.
Setiap D'Coach didampingi dua Kakak Kelas. Fildan dibantu Arbil DA7 dan Robi DA7, Selfi Yamma ditemani Eby DA dan Mila DA7, sedangkan Melly Lee mendapat dukungan Afan DA dan Tasya DA7. Tayangan juga tersedia via live streaming di platform Vidio.
Format kompetisi mempertahankan pola Malam Show dan Malam Result Show. Setiap grup tampil dua kali, dan pengumuman eliminasi dilakukan di Malam Result Show. Aturan penilaian sama dengan babak Top 21: tiga Standing Ovation dari dewan juri tidak menjamin kelulusan otomatis, melainkan menjadi pertimbangan bersama akumulasi penampilan kedua malam.
Analisis Redaksi
Pertahankan struktur grup dari Top 21 ke Top 17 menandakan produksi memilih stabilitas alur cerita di tengah penyingkiran empat nama sekaligus. Keputusan ini mempertahankan dinamika tim yang sudah terbentuk, namun juga berarti beban penampilan tidak merata—Grup 2 beranggotakan lima orang sementara tiga grup lain hanya berempat. Ketidakseimbangan ini berpotensi memengaruhi alokasi durasi panggung dan intensitas latihan.
Klarifikasi soal Standing Ovation yang tidak otomatis lolos menguatkan narasi bahwa juri menilai konsistensi, bukan hanya momen viral. Logika akumulasi dua malam memaksa academia untuk tahan mental dan stamina, bukan sekadar mencari satu performa gemilang. Bagi penonton, mekanisme ini memperpanjang ketegangan hingga Result Show, namun juga menuntut perhatian penuh dua hari berturut-turut—tantangan tersendiri di era konsumsi konten singkat.


