Bergson Da Silva Targetkan Gol Perdana di SUGBK untuk Malaysia di ASEAN Cup 2026

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Bergson Da Silva Targetkan Gol Perdana di SUGBK untuk Malaysia di ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Penyerang naturalisasi terbaru Malaysia, Bergson Da Silva, menargetkan gol perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Timnas Malaysia berlaga di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Indonesia. Pemain kelahiran Brasil berusia 35 tahun itu telah mendapat restu FIFA untuk mewakili Harimau Malaya di bawah asuhan pelatih Tan Cheng Hoe.

"Setiap hari saya tidur dan bangun dengan memikirkan gol. Kalau saya dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional pada 21 September ini, saya siap," ucap Bergson dikutip dari BeritaHarian. Ia mengakui kesiapan fisik dan mental sudah matang, meski menegaskan keputusan akhir ada di tangan manajemen terkait kelengkapan birokrasi.

Perjalanan Bergson menuju kewarganegaraan Malaysia tak terduga. Saat pertama kali tiba di Negeri Jiran pada 2021 untuk membela Johor Darul Ta'zim (JDT), naturalisasi bukan ada dalam rencana. "Satu-satunya tujuan saya adalah memberikan yang terbaik untuk JDT," tuturnya. Kinerja konsisten dan dukungan penuh dari pemilik klub, Tunku Mahkota Ismail (TMI), akhirnya membuka jalan kewarganegaraan yang diakui Bergson sebagai kehormatan besar.

Malaysia akan memainkan seluruh laga fase grup di SUGBK setelah tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Indonesia, Singapura, dan Bangladesh. Jadwal padat di Jakarta menuntut adaptasi cepat dari skuad Tan Cheng Hoe, yang kini diperkuat kehadiran penyerang andalan JDT ini.

Bergson bukan satu-satunya wajah baru berpaspor Malaysia. Brad Tapp, rekan sepermainannya di JDT, juga telah menyelesaikan proses naturalisasi. Kedua pemain ini menghadirkan kimia tim klub ke tingkat nasional, modal yang dihitung krusial oleh pelatih Tan Cheng Hoe untuk mengarungi fase grup yang sengit.

Analisis Redaksi

Kehadiran Bergson mengubah lanskap pertarungan di Grup A. Usianya yang sudah 35 tahun justru jadi aset: kematangan bermain dan pengalaman liga tinggi di Asia. Ia tidak perlu beradaptasi dengan gaya main JDT yang jadi tulang punggung timnas, sehingga integrasi taktis bisa berlangsung lebih cepat dibanding pemain naturalisasi biasa. Faktor psikologis main di SUGBK — kandang JDT di Piala AFC — juga jadi keuntungan tersendiri.

Yang perlu diwaspadai adalah batas waktu administratif 21 September. Jika birokrasi FIFA atau dokumen migrasi Malaysia telat, Malaysia kehilangan senjata tajam di laga pembukaan. Selanjutnya, Tan Cheng Hoe harus bijak mengatur porsi main Bergson agar fisiknya tahan hingga babak knockout, mengingat jadwal padat turnamen. Integrasi dengan Brad Tapp di lini depan akan jadi uji nyata sistem serbu Harimau Malaya versi 2026.

Meow! Tanya Nesi!
😸