8 Cara Membuat Laci Tidak Berbunyi Keras saat Ditutup, Tak Perlu Ganti Furnitur
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Laci yang menutup dengan bunyi keras bukan gangguan sepele, terutama saat malam atau rumah sedang tenang. Suara itu muncul karena gesekan pada rel, sambungan, atau bagian laci yang saling bersentuhan. Kabar baiknya, laci berisik tidak selalu harus langsung diperbaiki atau diganti. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah untuk mengurangi gesekan dan membuat gerakan laci lebih halus. Cara-cara ini dihimpun KapanLagi.com dari berbagai sumber, Rabu (16/9).
Sebelum memberikan bahan apa pun, cari tahu dari mana suara berasal. Tarik dan dorong laci perlahan, lalu perhatikan apakah bunyi muncul dari rel laci, sisi laci, bagian bawah, atau saat laci bertemu rangka lemari. Rel yang kotor, tidak sejajar, aus, atau rusak membuat laci bergerak tidak mulus dan berbunyi saat dibuka maupun ditutup. Ketidaksejajaran juga bisa membuat laci tidak menutup sempurna sehingga bagian tertentu saling bergesekan. Jika ada debu atau kotoran pada rel, bersihkan dulu dengan kain kering atau sikat kecil. Pastikan tidak ada benda mengganjal sebelum mencoba langkah berikutnya.
Lilin bekas dapat dimanfaatkan untuk mengurangi gesekan pada permukaan tertentu. Cara ini terutama untuk laci berbahan kayu yang bagian permukaannya bergesekan ketika digeser. Gosokkan lilin kering secara tipis pada rel atau permukaan laci yang bersentuhan dengan rangka. Setelah itu, buka dan tutup laci beberapa kali perlahan agar lapisan tersebar. Hindari mengoleskan lilin terlalu banyak karena lapisan berlebihan meninggalkan residu. Cukup gunakan secukupnya pada titik yang menjadi sumber gesekan.
Selain lilin, sabun batang kering juga bisa jadi alternatif. Gosokkan sabun tipis pada permukaan laci atau bagian yang bergesekan, lalu gerakkan laci beberapa kali. Lapisan sabun membantu permukaan bergerak lebih mudah sehingga suara akibat gesekan berpotensi berkurang. Pastikan sabun dalam kondisi kering dan jangan berlebihan. Untuk laci kayu, hindari membuat bagian tersebut basah karena kelembapan memengaruhi material kayu. Pada furnitur kayu, bunyi juga bisa berasal dari bagian kayu yang saling bergesekan. Bedak dalam jumlah sedikit dapat dicoba pada celah atau titik pertemuan permukaan kayu. Taburkan sedikit, ratakan dengan kuas kecil atau kain, lalu gerakkan laci beberapa kali. Hati-hati agar bedak tidak berlebihan dan menyebar; bersihkan sisanya setelah itu.
Bunyi keras tidak selalu disebabkan gesekan. Komponen longgar juga dapat menimbulkan suara saat laci digerakkan atau ditutup, terutama jika rel atau pegangan longgar. Periksa sekrup pada rel, pegangan, dan bagian sambungan laci. Jika longgar, kencangkan dengan obeng yang sesuai, tetapi jangan memaksa terlalu kuat karena dapat merusak material, terutama laci berbahan kayu. Langkah ini penting bila laci terasa goyang, miring, atau tidak bergerak pada jalurnya. Rel rusak atau melengkung sebaiknya diperiksa lebih lanjut dan tidak sekadar diberi pelumas. Minyak memang mengurangi gesekan pada beberapa komponen mekanis, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan material dan jenis rel. Untuk laci kayu, bahan berminyak sembarangan dapat meninggalkan noda dan membuat permukaan sulit dibersihkan. Jika masalahnya gesekan ringan pada laci kayu, lilin atau sabun batang kering lebih praktis dicoba dulu. Jika laci memakai rel logam dan masalah tetap muncul setelah dibersihkan atau disetel, periksa petunjuk produsen rel sebelum memilih pelumas.
Setelah sumber suara ditangani, kebiasaan menggunakan laci ikut menentukan seberapa keras bunyi yang muncul. Hindari mendorong laci dengan tenaga berlebihan sampai menghantam rangka lemari. Dorong laci perlahan hingga posisi tertutup. Selain mengurangi suara benturan, cara ini mengurangi tekanan pada rel dan sambungan sehingga komponen tidak cepat aus. Jika berbagai cara sederhana sudah dicoba tetapi laci masih berbunyi keras saat dibuka atau ditutup, bisa jadi masalahnya berasal dari komponen rusak atau pemasangan kurang tepat. Dalam kondisi seperti ini, pertimbangkan bantuan ahli perbaikan furnitur agar sumber masalah diperiksa dan ditangani sesuai kondisinya. Dengan mengetahui bagian sumber bunyi, perawatan laci bisa dilakukan lebih tepat tanpa buru-buru mengganti seluruh furnitur.
Analisis Redaksi
Peristiwa ini sebenarnya bukan soal laci semata, melainkan soal cara membaca masalah rumah tangga: mendiagnosis sebelum membeli. Fakta bahwa bunyi bisa berasal dari rel kotor, ketidaksejajaran, komponen longgar, hingga benturan rangka menunjukkan ada beberapa titik yang perlu diperiksa berurutan. Tafsir logisnya, mengganti furnitur sebelum memeriksa titik-titik itu sama dengan melewati langkah termurah dan paling masuk akal.
Yang perlu diwaspadai, bahan pengurang gesekan tidak bisa dipakai serampangan. Lilin, sabun, bedak, dan minyak punya konsekuensi berbeda pada kayu dan logam. Fakta bahwa minyak dapat meninggalkan noda pada laci kayu, sementara rel logam perlu mengikuti petunjuk produsen, menegaskan pentingnya menyesuaikan bahan dengan material. Sekrup yang dikencangkan berlebihan juga berisiko merusak material, terutama kayu.
Langkah selanjutnya secara logis: rawat rel secara berkala, kencangkan komponen seperlunya, dan ubah kebiasaan menutup laci dengan perlahan. Jika semua upaya itu gagal, barulah memanggil ahli perbaikan furnitur. Urutan ini menempatkan perawatan sebagai upaya awal, bukan penggantian total sebagai jalan pintas.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
