Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Taisei Marukawa Ajukan Naturalisasi WNI Lewat Jalur Mandiri, Dewa United Beri Dukungan Penuh

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Taisei Marukawa Ajukan Naturalisasi WNI Lewat Jalur Mandiri, Dewa United Beri Dukungan Penuh
BAGIKAN:

Pemain gelandang Dewa United, Taisei Marukawa, resmi mengajukan permohonan naturalisasi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) melalui jalur mandiri. Kepastian ini diungkapkan langsung oleh Presiden Klub Dewa United, Ardian Satya, melalui rilis resmi klub, Selasa (15/9), menegaskan bahwa pemain berusia 29 tahun itu telah memutuskan nasibnya setelah lima tahun berkiprah di tanah air.

"Kami tentu berharap proses naturalisasi Taisei bisa berjalan dengan lancar. Sebagai klub, kami tentu akan mendukung proses tersebut," ujar Ardian tegas. Ia menambahkan bahwa lima tahun menghuni Indonesia telah membuat Marukawa sangat dekat dengan lingkungan serta kehidupan sehari-hari masyarakat lokal, fondasi utama keputusan besar sang pemain asal Hiroshima itu.

Perjalanan Marukawa di Liga Indonesia dimulai pada Mei 2021 ketika ia membela Persebaya Surabaya sebelum melangkah ke PSIS Semarang dan kini bertahan di Dewa United. Selama lima tahun berturut-turut, dari 2021 hingga 2026, ia hadir secara konstan di kancah domestik, membukukan catatan 36 gol dan 43 assist dari 168 penampilan di semua kompetisi—angka yang menegaskan kualitasnya tak merosot seiring usia.

Di luar lapangan hijau, adaptasi Marukawa justru jadi bukti komitmen yang tak main-main. Pemain terbaik Liga 1 musim 2021/2022 itu belajar bahasa Indonesia secara mandiri hingga lancar, bahkan percaya diri berkomunikasi sehari-hari. "Bahkan kita bisa melihat sendiri Taisei sudah bisa berbahasa Indonesia dengan cukup percaya diri. Itu menunjukkan bagaimana dia sudah beradaptasi dengan baik," tutur Ardian, menyoroti sisi kemanusiaan yang sering terabaikan di balik statistik sepak bola.

Kenyamanan hidup dan kelekatan budaya menjadi pemicu Marukawa teguh memilih jalan kewarganegaraan. Bila proses berjalan mulus, pintu Timnas Indonesia terbuka lebar untuk gelandang kreatif ini. Usia 29 tahun justru jadi modal: masa kejayaan fisik dan mental belum habis, sementara pengalaman lima musim di Liga 1 jadi aset tak ternilai bagi timnas yang butuh playmaker berpengalaman.

Analisis Redaksi

Pengajuan naturalisasi via jalur mandiri oleh Marukawa menandakan shift paradigma: ini bukan lagi soal "membeli" pemain asing demi kebutuhan instan, melainkan mengakui integrasi total. Kemampuan berbahasa Indonesia yang difliskan Ardian bukan sekadar gaya, tapi indikator kuat asimilasi budaya yang diharuskan Undang-Undang Kewarganegaraan. Bagi PSSI, kasus Marukawa jadi batu uji administrasi: apakah birokrasi Kemenkumham bisa bergerak cepat mengakomodir pemain yang sudah membuktikan loyalitas di lapangan dan di luar lapangan?

Secara taktis, hadirnya Marukawa di timnas mengisi kekosongan playmaker kreatif yang krusial. Statistik 43 assist dalam 168 pertandingan membuktikan visi bermain dan konsistensi ciptaan peluang—komoditas langka di skuad Garuda saat ini. Usia 29 tahun sebenarnya ideal: cukup matang membaca pertandingan, masih prima fisik untuk siklus eliminasi Piala Dunia 2026. Tantangannya sekarang bukan di kaki Marukawa, tapi di meja pejabat: memastikan surat keputusan keluar sebelum jendela FIFA berikutnya terbuka.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸