Nakhoda KM Virgo 8 Ditemukan Selamat, Jalani Pemeriksaan; EPIRB Dipastikan Aktif

Hukum
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Nakhoda KM Virgo 8 Ditemukan Selamat, Jalani Pemeriksaan; EPIRB Dipastikan Aktif
BAGIKAN:

Nakhoda KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa ditemukan selamat dan kini menjalani pemeriksaan. Kabar itu disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam konferensi pers, Selasa (15/9). Ia menyebut nakhoda kapal merupakan salah satu dari total 114 orang yang telah berhasil dievakuasi hingga saat ini.

Dari 114 orang yang dievakuasi, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam lainnya meninggal dunia. "Untuk nakhoda selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan," kata Suntana. Kendati demikian, Suntana tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal pemeriksaan terhadap nahkoda kapal tersebut.

Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) atau alat pemancar radio darurat di laut dari KM Virgo Transport 8 juga dalam kondisi aktif. "Jadi transmitter dari emergency kapal itu saya pastikan aktif. Jadi kapal itu, kalau misalkan di pesawat itu ada ELT, kemudian kalau kapal itu EPIRB, kemudian kalau misalkan personal itu namanya PLB. Jadi saya pastikan EPIRB dari kapal itu aktif, dan ini dimonitor, baik itu Australi, Singapura, maupun MEOLUT atau LEOLUT yang ada di Basarnas," tutur dia.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.

Hingga Senin (14/9) kemarin, dari 243 orang yang ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah berhasil ditemukan dan 129 lainnya masih dalam pencarian. Data itu memperlihatkan operasi pencarian dan evakuasi belum tuntas. Fokusnya kini bukan hanya menemukan korban yang belum terdata, tetapi juga memastikan keterangan nakhoda dan fungsi perangkat darurat kapal.

Analisis Redaksi

Pemeriksaan terhadap nakhoda menjadi kunci awal untuk membaca insiden ini. Sebab, nakhoda adalah pihak yang paling mengetahui posisi terakhir kapal, cuaca, jalur pelayaran, dan keputusan yang diambil sebelum kapal hilang kontak. Fakta bahwa nakhoda ditemukan selamat memberi akses langsung pada keterangan pertama, meski Suntana belum merinci materi pemeriksaan.

EPIRB yang dipastikan aktif memperkuat dugaan bahwa sistem peringatan darurat kapal bekerja. Pemantauan oleh Australi, Singapura, dan MEOLUT atau LEOLUT di Basarnas menunjukkan sinyal darurat kapal terdeteksi lintas yurisdiksi. Namun, aktifnya alat tidak otomatis menjelaskan penyebab terbaliknya kapal. Ia hanya memastikan ada jejak darurat yang bisa direkonstruksi untuk melengkapi kronologi.

Bagi publik, angka 114 dari 243 orang yang ditemukan dan 129 yang masih dicari adalah ukuran bahwa operasi belum selesai. Perlu pengawasan agar proses evakuasi, pendataan korban, dan pemeriksaan nakhoda berjalan transparan. Langkah logis berikutnya adalah mempercepat pencarian, mengidentifikasi korban, dan membuka informasi awal soal penyebab insiden tanpa menunggu seluruh proses rampung.

Meow! Tanya Nesi!
😸