Mantan Menteri Agama Malaysia Didakwa Korupsi Dana Haji Rp3,7 Triliun

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Mantan Menteri Agama Malaysia Didakwa Korupsi Dana Haji Rp3,7 Triliun
BAGIKAN:

Mantan Menteri Urusan Agama Malaysia, Jamil Khir Baharom, hadir di Pengadilan Sesi Kuala Lumpur Rabu lalu untuk menghadapi tiga dakwaan penyalahgunaan dana Tabung Haji senilai RM860,3 juta, setara Rp3,7 triliun, yang diduga dialirkan ke perusahaan real estate Arab Saudi antara 2015 dan 2017. Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) menuduh Jamil menyebabkan lembaga penyelenggara haji mentransfer dana secara tidak jujur ke Al Rawda Real Estate Development and Projects Management Co. Ltd melalui keputusan yang diambil di kantornya di Putrajaya.

Dakwaan pertama menuding transfer RM42,9 juta pada 3 April 2015, dakwaan kedua RM288,1 juta pada 14 Desember 2016, dan dakwaan ketiga RM529,1 juta pada 17 Agustus 2017. Ketiga pasal diajukan berdasarkan Pasal 403 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Malaysia yang mengancam penjara enam bulan hingga lima tahun, hukuman cambuk, dan denda bagi yang terbukti bersalah. Jamil, yang menjabat di bawah pemerintahan Najib Razak dari 2009 hingga 2018, menyatakan tidak bersalah saat pendakwaan dibacakan.

Penangkapan oleh MACC terjadi pada 1 September lalu, diikuti penahanan lima hari untuk penyelidikan yang berkaitan dengan Komisi Penyelidikan Kerajaan (RCI) atas Tabung Haji. Menurut New Straits Times, cakupan penyidikan mencakup keputusan-keputusan masa jabatannya, termasuk penyewaan hotel terkait Tabung Haji di Arab Saudi. Juli silam, Jamil masih mengaku keputusannya didasarkan rekomendasi dewan Tabung Haji dan prosedur yang berlaku.

Laporan RCI setebal 252 halaman yang dipublikasikan awal tahun ini mengungkap dugaan intervensi politik, kegagalan tata kelola, dan investasi bermasalah yang merugikan Tabung Haji lebih dari RM1 miliar antara 2014 hingga 2020. Temuan itu menempatkan Jamil sebagai pejabat tertinggi yang terdakwa dalam skandal ini, sebuah preseden yang jarang terulang dalam sejarah administrasi haji Malaysia.

Tabung Haji saat ini mengelola dana simpanan lebih dari 9,8 juta nasabah, menjadikannya salah satu dana haji terbesar di dunia. Skandal ini tidak hanya menyentuh kepercayaan publik terhadap institusi keagamaan, tapi juga menguji komitmen pemerintahan Anwar Ibrahim dalam memberantas korupsi di lini kelembagaan yang selama ini dianggap suci dan tak tersentuh.

Analisis Redaksi

Dakwaan terhadap Jamil menandai titik balik: untuk pertama kalinya, mantan menteri urusan agama duduk di bangku pengadilan atas dugaan menggelapkan dana ibadah. Ini bukan sekadar kasus korupsi biasa — ini melukai legitimasi moral UMNO yang selama desakan mengklaim diri sebagai penjaga Islam dan kepentingan Melayu. Jika terbukti, narasi "pemerintah yang bersih dan amanah" yang jadi jualan politik mereka selama dekade akan hancur total.

Yang perlu diwaspadai: apakah kasus ini akan menguak jaringan lebih luas di dalam Tabung Haji dan kementerian terkait. Laporan RCI menyebut intervensi politik dan kegagalan tata kelola sistemik — artinya, Jamil mungkin hanya ujung gunung es. Langkah logis selanjutnya: MACC harus mengejar pelaku lain yang bernama dalam laporan 252 halaman itu, termasuk pejabat dewan Tabung Haji yang direkomendasikan keputusan-keputusan bermasalah. Tanpa itu, ini hanya teater hukuman satu orang biar rakyat puas.

Meow! Tanya Nesi!
😸