Jakarta Tuan Rumah FIA Rally Cross World Cup 2026 di Sirkuit Ancol
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Jakarta International E-Prix Circuit di Ancol dipastikan menjadi arena penyelenggaraan ajang balap internasional FIA Rally Cross World Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 6 Desember mendatang.
Penyelenggaraan edisi perdana ini menempati lokasi serupa dengan balapan Formula E Jakarta yang sebelumnya sukses digelar pada tahun 2022, 2023, dan 2025 lalu.
CEO Sarga.co sekaligus pihak penyelenggara, Nughda Achadie, menyatakan pihaknya langsung memulai proses modifikasi sirkuit agar memenuhi standar federasi otomotif internasional FIA untuk kebutuhan balapan reli.
Modifikasi tersebut mencakup penggabungan lintasan aspal yang sudah ada dengan trek gravel baru, di mana pembangunan fisik dimulai hari Selasa (15/9) dan ditargetkan rampung pada November sebelum balapan digeber Desember.
Deretan pebalap reli kelas dunia dipastikan turun gelanggang di Jakarta, termasuk legenda hidup reli Sebastian Loeb serta juara FIA Extreme X World Cup 2025 Kevin Hansen, sementara daftar lengkap pebalap masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak FIA.
Kevin Hansen yang hadir langsung dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (15/9) mengungkapkan antusiasmenya bisa memantau langsung kondisi lintasan lebih awal sebagai persiapan menghadapi tantangan baru di Indonesia.
Pebalap asal Swedia itu menilai ajang ini sebagai kompetisi reli tingkat dunia yang sesungguhnya dan meyakini publik Jakarta akan memberikan perhatian besar terhadap perhelatan otomotif akbar tersebut.
Analisis Redaksi
Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah FIA Rally Cross World Cup 2026 menegaskan konsistensi ibu kota dalam memanfaatkan fasilitas sirkuit Formula E untuk event internasional multidisiplin. Keputusan memodifikasi lintasan aspal menjadi kombinasi trek gravel menunjukkan fleksibilitas infrastruktur yang dibangun di kawasan Ancol, sekaligus efisiensi anggaran tanpa harus membangun venue baru dari nol.
Kehadiran nama besar seperti Sebastian Loeb dan Kevin Hansen menjadi daya tarik utama yang tidak hanya mendongkrak gengsi kejuaraan, tetapi juga menempatkan Indonesia di peta utama reli internasional. Tantangan terbesar bagi penyelenggara kini terletak pada ketepatan waktu penyelesaian modifikasi trek sebelum November, yang menuntut koordinasi ketat antara Sarga.co, pemerintah daerah, dan standar teknis FIA demi kelancaran balapan perdana di tanah air.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
