Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Film Horor 'KHADAM' Tayang 16 September, Aghniny Haque Debut Jadi Ibu di Kolaborasi Indonesia-Malaysia

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Film Horor 'KHADAM' Tayang 16 September, Aghniny Haque Debut Jadi Ibu di Kolaborasi Indonesia-Malaysia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Film horor kolaborasi Indonesia-Malaysia "KHADAM" dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada 16 September 2026, usai mencatat keberhasilan boks office di Malaysia sejak Juni lalu.
  • Proyek layar lebar ini menghadirkan sinergi empat rumah produksi: Red Communication dan Komet Productions dari Malaysia, serta Magma Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia.
  • Produser Ahmad Izham Omar membuka rahasia naskah pada konferensi pers di Grand Indonesia, Senin (14/9/2026).

Film horor kolaborasi Indonesia-Malaysia "KHADAM" dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada 16 September 2026, usai mencatat keberhasilan boks office di Malaysia sejak Juni lalu. Proyek layar lebar ini menghadirkan sinergi empat rumah produksi: Red Communication dan Komet Productions dari Malaysia, serta Magma Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia.

Produser Ahmad Izham Omar membuka rahasia naskah pada konferensi pers di Grand Indonesia, Senin (14/9/2026). Ia menegaskan cerita ini bukan sekadar menakut-nakuti. "Jadi lebih lebih dari horor sebenarnya yang keluar daripada naskahnya, daripada sinerginya adalah drama yang menyayat hati," ujarnya. Latar cerita diambil dari legenda kepercayaan Saka di Malaysia tentang khadam, entitas gaib yang diwariskan turun-temurun dalam satu keluarga.

Berlatar tepi hutan Malaysia era 1950-an, kisah mengikuti Melor, perempuan yang membesarkan dua anak sendirian di tengah kesulitan finansial dan ketiadaan suami. Tekanan hidup mendorongnya meminta pertolongan pada sosok gaib bernama Khadam. Melor mewarisi entitas itu dari ibunya yang meninggal tidak wajar akibat serangan khadam miliknya sendiri. Tanpa pilihan lain, Melor jadi "Tuan" bagi khadam tersebut.

Sejak itu, Melor diteror sosok yang wujudnya meniru dirinya โ€” bahkan terlihat lebih sempurna. Kehadiran itu mengecoh keluarga dan berusaha mengambil alih kehidupan Melor sepenuhnya. Peran berat ini disandang Aghniny Haque, yang mengakui ini perdananya memerankan sosok ibu. Tokoh Melor digambarkan terisolasi di tengah hutan, tak bisa meninggalkan rumahnya.

Jajaran pemeran lengkapnya diisi bintang-bintang Malaysia. Datuk Remy Ishak memerankan Awang, suami Melor. Siti Khadijah Halim jadi Manis, adik Melor. Anak-anak Melor diperankan Zarra Zhaff dan Karl El. Tayang perdana di Malaysia Juni lalu sudah membuktikan daya tarik cerita lintas budaya ini.

Analisis Redaksi

KHADAM hadir di moment industri film Indonesia yang lagi giat mencari kolaborasi lintas negara untuk memperluas jangkauan pasar. Pilihan legenda Saka Malaysia sebagai bahan baku cerita bukan sekadar gaya, tapi strategi cerdas: mengikat audiens Malaysia lewat familiaritas budaya, sekaligus menawarkan "eksotisme" budaya tetangga buat penonton Indonesia. Keberhasilan boks office di Malaysia jadi bukti konsep ini jalan.

Yang perlu diwaspadai: apakah drama keluarga dan tekanan ekonomi perempuan era 1950-an benar-benar jadi tulang punggung narasi, atau cuma pelengkap biar horor terasa "berkelas"? Sutradara dan produser harus konsisten menjaga keseimbangan genre. Jika elemen drama hanya jadi alibi, film ini bakal jadi horor standar dengan bungkus mahal. Langkah selanjutnya logis: kampanye pemasaran harus menonjolkan sisi kemanusiaan Melor, bukan cuma jump-scare. Penonton Indonesia sudah kritis soal substansi cerita.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ