Eskalasi Yaman: China Desak Deeskalasi, Serangan Houthi ke Infrastruktur Energi Saudi Ancam Stabilitas Pasar Minyak
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

China melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mendesak semua pihak menahan diri dan kembali ke meja diplomasi pasca eskalasi serangan rudal dan drone kelompok Houthi terhadap fasilitas energi dan kawasan sipil Arab Saudi, Senin (14/9/2026). Beijing menilai penargetan infrastruktur vital yang menopang kehidupan masyarakat tidak dapat dibenarkan dan memperingatkan kekacauan berkepanjangan di kawasan Laut Merah tidak menguntungkan pihak manapun.
Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan semua negara harus dihormati, menyoroti bahwa satu-satunya jalan keluar adalah penyelesaian politik. Data koalisi pimpinan Arab Saudi mencatat sedikitnya 73 warga sipil terluka dalam gelombang serangan terbaru yang mengancam ketenangan relatif sejak gencatan senjata April 2022.
Dampak ke Pasar Energi dan Rantai Pasok Global
Serangan terhadap fasilitas energi Saudi—eksportir minyak mentah terbesar dunia—menyuntikkan premi risiko geopolitik ke pasar komoditas. Meskipun produksi saat ini belum terganggu signifikan, ketidakpastian keamanan fasilitas Aramco dan kelancaran arus tanker di Selat Bab el-Mandeb menjadi variabel kritis bagi harga minyak dunia di kuartal empat.
Para pelaku pasar mengawasi perkembangan aliansi maritim internasional yang digagas Riyadh pada Juli lalu sebagai respons terhadap ancaman Houthi terhadap jalur perdagangan Laut Merah. Jika eskalasi berlanjut, biaya asuransi war risk dan biaya pengangkutan akan naik, mengganggu rantai pasok global yang baru pulih dari gangguan logistik era pandemi.
Konteks Makro: Perang Yaman yang telah berlangsung hampir 12 tahun menciptakan kerentanan struktural di salah satu choke point paling strategis dunia. Setiap rekrusian konflik memaksa Bank Sentral global mempertimbangkan risiko inflasi impor melalui jalur energi, membatasi ruang gerak penurunan suku bunga di ekonomi maju.


