Basarnas Pertimbangkan Tenggelamkan Bangkai KM Virgo untuk Selamatkan Proses Pencarian

Kriminal
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Basarnas Pertimbangkan Tenggelamkan Bangkai KM Virgo untuk Selamatkan Proses Pencarian
BAGIKAN:

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka opsi menenggelamkan bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Kebijakan drastis itu dipertimbangkan untuk mencegah perpindahan posisi bangkai yang justru memperumit proses evakuasi korban.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi opsi tersebut usai rapat koordinasi, Selasa (15/9). Ia menjelaskan bangkai kapal telah bergeser sekitar 2,9 kilometer atau 1,6 mil laut dari titik tenggelamnya sejak Minggu (13/9) lalu. Pergerakan itu terjadi karena struktur kapal yang melayang di kedalaman relatif dangkal, yakni 30 meter, rentan terdorong arus bawah.

"Masukan dari TNI Angkatan Laut, kalau perlu ditenggelamkan akan lebih baik agar kapal diam di dasar laut," ujar Syafii. Kedalaman 30 meter dinilai ideal untuk operasi penyelam dibandingkan kondisi bangkai yang tidak stabil di kolom air.

Risiko Operasi Penyelam di Kapal Terbalik

Selain opsi menenggelamkan, Basarnas juga mempertimbangkan membalikkan posisi kapal yang saat ini telungkup. Namun, Syafii menegaskan manuver tersebut menyimpan risiko tinggi bagi pasukan penyelam. Kondisi struktur yang terbalik menciptakan ruang terbatas, tangkulan potensial, dan aliran udara tidak terduga di dalam ruang mesin serta kamar penumpang.

"Operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan *safety first*, artinya jaminan aman," tegasnya. Ia membandingkan skenario tenggelam alami di mana kapal biasanya duduk tegak di dasar, memudahkan akses penyelam secara vertikal.

Opsi Tarik Bangkai Dihambat Cuaca dan Tonase

Opsi ketiga, menarik bangkai ke pelabuhan, dinilai paling kompleks. Tonase besar KM Virgo Transport 8 ditambah kondisi cuaca buruk di Laut Jawa menjadikan operasi *salvage* butuh peralatan berat dan waktu lama. "Itu bukan sesuatu yang mudah. Kita akan melibatkan beberapa sumber untuk mengambil tindakan ke depan," kata Syafii.

Hingga Senin (14/9), tim gabungan baru berhasil menemukan 114 orang dari total 243 penumpang dan awak kapal. Sebanyak 129 jiwa lainnya masih dicari. KM Virgo hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Sabtu (12/9) malam.

Keputusan akhir soal nasib bangkai akan ditentukan dalam rapat koordinasi lanjutan melibatkan Kementerian Perhubungan, TNI AL, dan pelaku usaha. Prioritas utama tetap pada penemuan korban, bukan penyelamatan aset kapal.

Meow! Tanya Nesi!
😸