Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Arab Saudi Temukan Cadangan Uranium dan Tanah Jarang Masif di Madinah

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Arab Saudi Temukan Cadangan Uranium dan Tanah Jarang Masif di Madinah
BAGIKAN:

Arab Saudi mengumumkan temuan cadangan mineral strategis besar di wilayah Madinah, memperkuat ambisi kerajaan untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasokan mineral kritis global dan pengembangan program energi nuklir sipil. Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud mengungkapkan temuan tersebut pada Sesi Reguler ke-70 Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Senin (14/9).

Detail Temuan di Proyek Jabal Sayid

Berdasarkan eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid—yang berlokasi sekitar 350 kilometer timur laut Jeddah—teridentifikasi perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang dan uranium. Komposisi cadangan meliputi:

  • Tanah jarang berat: Sekitar 552.000 ton (termasuk disprosium dan terbium).
  • Tanah jarang ringan: Sekitar 355.000 ton (termasuk neodimium dan praseodimium).
  • Uranium: Diperkirakan mencapai 31.000 ton dengan konsentrasi menjanjikan.

Analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan Jabal Sayid sebagai cadangan logam tanah jarang terbesar keempat di dunia. Saudi Press Agency (SPA) mencatat nilai temuan unsur tanah jarang nasional mencapai US$100 miliar per November 2025, melonjak 90 persen sejak 2018. Survei Geologi Saudi juga mengidentifikasi dua zona eksplorasi baru berpotensi 644 juta ton.

Dimensi Geopolitik dan Kemitraan AS

Pengungkapan ini terjadi di tengah percepatan kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat. Bulan Juli lalu, kedua negara meresmikan perjanjian kerja sama energi nuklir sipil yang menjadi landasan hukum kemitraan bernilai miliaran dollar. Lebih lanjut, Kerangka Kerja Strategis untuk mineral kritis ditandatangani saat kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke AS pada November 2025.

Kerangka tersebut melibatkan Maaden (BUMN pertambangan Saudi) dan MP Materials (pengoperasional tambang tanah jarang tunggal di AS). Departemen Pertahanan AS (DoD) setuju membiayai 49 persen pembangunan pabrik pengolahan logam tanah jarang baru di Arab Saudi, sementara Maaden memegang saham pengendali 51 persen bersama MP Materials.

Konteks Strategis: Kombinasi cadangan uranium dan tanah jarang berat (seperti disprosium untuk magnet tahan panas tinggi) memberi Arab Saudi posisi unik untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklir domestik sekaligus memasok bahan baku vital untuk industri pertahanan dan teknologi tinggi AS, mengurangi ketergantungan global pada pasokan dari China.

Pertanyaan Terkait

Mengapa temuan di Jabal Sayid signifikan secara global? Karena langka sekali menemukan konsentrasi tinggi uranium bersamaan dengan tanah jarang berat (seperti disprosium dan terbium) dalam satu deposit yang sama, menciptakan sinergi untuk industri nuklir dan teknologi maju.

Apa peran MP Materials dalam kemitraan ini? MP Materials membawa keahlian operasional dari satu-satunya rantai pasokan tanah jarang terintegrasi di AS, membantu Saudi membangun kapasitas pengolahan hilir (midstream/downstream) yang selama ini didominasi China.

Meow! Tanya Nesi!
😸