MU Dipermalukan 10 Pemain Man City, Michael Carrick Pasang Badan untuk Skuad Setan Merah
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Manajer Manchester United, Michael Carrick, pasang badan dan enggan menyalahkan anak asuhnya setelah Setan Merah dipaksa menyerah 0-1 oleh rival sekota, Manchester City, dalam laga Derby Manchester yang dramatis di Old Trafford pada Minggu (13/9). Meskipun unggul jumlah pemain selama hampir 70 menit menyusul kartu merah Phil Foden, Bruno Fernandes dan kolega gagal membongkar pertahanan rapat The Citizens, sebuah hasil minor yang membuat start musim MU di Liga Inggris kian terpuruk.
Dominasi Tanpa Solusi di Teater Impian
Secara taktis, keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama seharusnya menjadi momentum emas bagi Setan Merah untuk mengurung pertahanan lawan. Namun, armada Carrick justru tampak kesulitan membongkar low block pertahanan City yang sangat disiplin. Dari total 16 tembakan yang dilepaskan sepanjang laga, 10 di antaranya terpaksa dilakukan dari luar kotak penalti karena rapatnya barisan pertahanan lawan. Peluang bersih bagi tuan rumah baru benar-benar lahir di menit-menit akhir laga, sebuah catatan yang menunjukkan minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Pembelaan Carrick: Proses Kreatif Sudah Berjalan
Kendati dihujani kritik oleh publik Old Trafford, Carrick tetap memberikan apresiasi atas kerja keras skuadnya. Mantan gelandang legendaris MU ini menegaskan bahwa anak asuhnya telah berjuang maksimal untuk menciptakan peluang, hanya saja penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi pembeda pada laga bertensi tinggi ini. "Saya tidak bisa terlalu mengkritik para pemain dan saya juga tidak akan melakukannya. Menurut saya, kami sudah melakukan banyak hal baik dalam hal menciptakan peluang, hanya saja hari ini kami tidak menemukan sesuatu yang kami butuhkan," ujar Carrick seperti dikutip dari Manchester Evening News.
Carrick juga menepis anggapan bahwa timnya bermain pasif setelah Phil Foden diusir wasit. Ia mengklaim manchester united justru memegang kendali permainan sepenuhnya, terutama di paruh kedua sebelum gol kemenangan City tercipta. Namun, ia tidak menampik bahwa standar tinggi yang dipatok klub menuntut efektivitas yang jauh lebih baik di laga-laga krusial seperti ini.
Awal Musim yang Mengkhawatirkan
Kekalahan menyakitkan ini menempatkan Setan Merah di posisi yang sangat tidak ideal pada awal musim 2026/2027. manchester city bersama Arsenal kini kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan poin sempurna 12 dari empat laga. Sebaliknya, Manchester United harus puas tercecer di peringkat ke-13 dengan raihan empat poin saja, sebuah alarm keras bagi Carrick untuk segera membenahi lini serang mereka jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Secara taktis, kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain selama 70 menit menunjukkan adanya masalah mendasar dalam transisi menyerang Manchester United. Mengandalkan tembakan jarak jauh tanpa adanya penetrasi kreatif ke dalam kotak penalti membuat pertahanan rapat lawan sangat mudah mengantisipasi setiap gelombang serangan yang dibangun.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
