Massa HMI Tembus Kantor Pertamina Makassar, Satu Demonstran Luka Kepala Akibat Bentrokan

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Massa HMI Tembus Kantor Pertamina Makassar, Satu Demonstran Luka Kepala Akibat Bentrokan
BAGIKAN:

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menerobos masuk ke kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional IV Sulawesi di Makassar, Senin (14/9) sore, menuntut pertanggungjawab kelangkaan BBM dan pencabutan kebijakan ganjil-genap yang dinilai memperparah antrean panjang berhari-hari. Aksi yang dihadiri mahasiswa dan buruh itu berujung bentrokan fisik dengan petugas keamanan, menimbulkan satu kader HMI luka di bagian kepala diduga akibat hantaman pentungan.

Dialog di Hadapan Massa: Evaluasi Tiga Hari

Manajer Retail Sales Pertamina Regional Sulawesi, Mardian, turun menemui massa secara langsung. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi tidak jelas soal penyaluran BBM. "Kita sama-sama memantau. Kalau aman, akan dicabut semua," ujar Mardian soal kebijakan ganjil-genap yang berlaku berbasis Surat Edaran Dinas ESDM Sulsel hingga 20 September 2026.

Mardian mengaku sudah menyampaikan aspirasi massa ke pemangku kebijakan dan sebagian dikabulkan. Pihaknya akan melakukan evaluasi berkala setiap tiga hari melihat kondisi antrean di SPBU. "Kita ibarat pemadam kebakaran, di mana ada kejadian kita selesaikan," tegasnya.

Kronologi Pagar Jebol dan Korban Jiwa

Kerusuhan bermula saat massa tiba-tiba merangsek menembus pintu pagar halaman kantor. Petugas keamanan mendorong balik, hingga terjadilah gulat fisik. Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menafikan massa menyerang terlebih dahulu. "Kami cuma sampai di pintu. Seketika ada pihak keamanan yang memukul salah satu kader," kata Sarah. Korban luka kepala langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Sarah menegaskan aksi ini bukan sekadar protes kelangkaan, tapi juga menolak kebijakan ganjil-genap yang justru melahirkan masalah baru bagi masyarakat. "Antrean panjang sudah berhari-hari, ganjil-genap justru menambah pusing warga," tandasnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸