KPK OTT BPN Bogor, Temukan 17 Koper Uang Rp100 Miliar di Rumah 'Gus A'

Hukum
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KPK OTT BPN Bogor, Temukan 17 Koper Uang Rp100 Miliar di Rumah 'Gus A'
BAGIKAN:

Kronologi Operasi Tangkap Tangan di BPN Bogor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan di lingkungan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (14/9) dan menemukan 17 koper serta tas berisi uang rupiah dan mata uang asing dengan total nilai sekitar Rp100 miliar di rumah kediaman seorang yang dikenal sebagai "Gus A". OTT ini terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan properti besar yang beroperasi di wilayah BPN setempat.

Pihak Terjaring dan Status Hukum

Menurut sumber internal KPK, temuan uang tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Tangkap Tangan KPK yang menyasar jaringan korupsi di sektor pertanahan. Salah satu pihak yang ditangkap dalam operasi ini adalah Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, kakak dari Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Gus A, pemilik rumah yang menjadi lokasi temuan uang, diduga merupakan orang dekat salah satu menteri yang membidangi urusan terkait, meskipun KPK belum merilis konfirmasi resmi terkait identitas dan hubungan tersebut.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait OTT ini akan disampaikan secara resmi oleh juru bicara instansi. "Untuk siapa saja yang diperiksa, nanti Jubir," ujarnya singkat saat dikonfirmasi terkait kabar operasi tersebut. Tim yang menulis laporan ini telah menghubungi Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto serta Juru Bicara KPK Budi Prasetyo untuk meminta klarifikasi, namun hingga artikel ini disusun belum diperoleh jawaban dari kedua pejabat tersebut.

Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dibebaskan.

Meow! Tanya Nesi!
😸