Iran Bantah Tuduhan Trump soal Serangan Drone Houthi ke Pipa Minyak Saudi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemerintah Iran secara resmi menolak tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuduh Teheran sebagai dalang di balik serangan drone milisi Houthi Yaman ke jalur pipa minyak utama Arab Saudi, East-West, di wilayah Riyadh dan Madinah pekan lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan pembantahan tersebut dalam konferensi pers di Teheran, Senin (14/9). Ia menegaskan Iran tidak terlibat dalam diskusi maupun keputusan militer terkait konflik di Yaman.
Teheran Sebut Yaman Berdaulat Penuh
"Sangat jelas bahwa rakyat Yaman membuat keputusan mereka sendiri," kata Baghaei sebagaimana dilansir Tasnim News. Ia menegaskan gerakan Houthi bersifat independen dan bertindak berdasarkan kepentingan nasional mereka sendiri, bukan atas perintah pihak luar.
Baghaei menambahkan, perkembangan di Yaman tidak bisa dipisahkan dari konteks sejarah di mana negara tersebut telah lama dikepung secara tidak adil oleh koalisi negara Arab. Kondisi inilah yang mendorong rakyat Yaman untuk mengambil langkah yang dianggap tepat guna memperoleh hak-hak mereka.
Khuatir Eksploitasi Perpecahan Muslim
Di sisi lain, diplomat senior Iran itu mengungkapkan kekhawatiran atas upaya sejumlah pihak yang mencoba mengeksploitasi perpecahan di antara negara-negara Muslim untuk memperdalam perselisihan regional. Ia menyerukan agar dinamika konflik tidak disederhanakan menjadi narasi konfrontasi sekunder.
Serangan ke infrastruktur vital Arab Saudi ini terjadi di tengah eskalasi timbal balik antara koalisi Saudi dan Houthi yang sudah berlangsung beberapa waktu. Keduanya saling menargetkan aset strategis, memperparah krisis kemanusiaan di Yaman.
Pernyataan Trump yang longsor β "Saya pikir memang demikian (Iran yang bertanggung jawab), mungkin memang demikian" β dinilai analis sebagai retorik yang mengaburkan kompleksitas konflik proxy di Timur Tengah, di mana aktor non-negara seperti Houthi memiliki agency militan dan politik sendiri.
Pertanyaan Terkait
Apakah Iran benar-benar tidak memberi dukungan militer ke Houthi?
Iran mengakui dukungan politik dan spiritual, namun konsisten menolak keterlibatan operasional langsung dalam penentuan target atau peluncuran serangan spesifik.
Mengapa Trump menuding Iran?
Administrasi AS Ω
ΩΨ° lama mengadopsi kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran, dan menuduh Teheran sebagai destabilisator regional menjadi narasi standar untuk meng μ λΉkan sanksi dan kehadiran militer di wilayah tersebut.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
