STY Puji Trio Muda Persija Usai Gulingkan Persib: Kepercayaan Dibayar Performa
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae Yong, menepuk tangan untuk tiga pilar muda Macan Kemayoran—Rayhan Hannan, Arlyansyah Abdulmanan, dan Victor Dethan—usai timnya mengalahkan rival sejati Persib Bandung 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (14/9) sore. Kemenangan ini tidak hanya menyematkan tiga poin vital di meja klasemen Liga Indonesia, tapi juga membuktikan keberanian STY mempercayakan panggung besar ke generasi emas kebanggaan Persija.
Hannan (22 tahun) dan Arlyansyah (20 tahun) diluncurkan sebagai sebelas utama di sayap kiri dan kanan, sementara Dethan (22 tahun) masuk menit ke-52 menggantikan Arlyansyah yang sempat bentrok keras dengan pemain Persib. Ketiganya tampil di hadapan puluhan ribu penonton dengan tekad yang tak kalah api dari senior-seniornya.
Proses di Atas Hasil Instan
"Pada dasarnya mereka pemain yang masih sangat muda," ujar Shin usai laga, wajahnya tenang tapi mata berbinar. "Tampil di stadion sebesar ini dengan puluhan ribu penonton tentu menciptakan ketegangan besar. Tapi dengan terus menambah pengalaman lewat laga-laga besar seperti ini, saya yakin permainan mereka ke depan akan jauh lebih baik."
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu tak menutupi kesalahan-kesalahan teknis yang masih terlihat dari trio muda tersebut. Namun bagi sang taktisi kelahiran Seongnam, itu bagian alami kurva pembelajaran. "Hannan, Victor, Arly adalah pemain muda yang punya masa depan cerah. Kalau kepercayaan diri mereka sudah semakin matang, performa mereka pasti naik level. Mohon dukung mereka sebanyak-banyaknya," imbuhnya.
Modal Juara dari Derbi
Kemenangan atas Persib jadi momentum psikologis masif bagi Persija yang mengincar gelar juara. Dengan trio muda yang semakin berani mengambil risiko di sisi-sisi lapangan, skema 4-2-3-1 Shin jadi lebih fluida dan tak terduga. Suporter Macan Kemayoran pun sudah mulai menyanyikan nama-nama baru mereka—bukti bahwa regenerasi tidak lagi sekadar jargon, tapi realita di lapangan.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
